Komparatif.ID, Banda Aceh– Taman Masjid Haji Keuchik Leumiek di kawasan Lamseupeung, Kecamatan Lueng Bata, perlahan menjadi salah satu titik temu favorit warga Kota Banda Aceh.
Taman di sekitar masjid ini tidak lagi sekadar halaman tempat jamaah menunggu waktu salat, tetapi telah berfungsi sebagai ruang publik tempat keluarga dan komunitas menghabiskan sore dengan santai.
Pemandangan itu terlihat setiap menjelang petang. Alih-alih memilih meja di restoran, banyak warga lebih suka duduk lesehan di atas rumput taman Masjid Haji Keuchik Leumiek yang terawat. Suasana kekeluargaan terasa kental di bawah naungan menara masjid yang menjulang.
Saat matahari mulai turun dan langit di ufuk barat diwarnai semburat merah muda dan jingga, puluhan warga tampak memenuhi area taman Masjid Haji Keuchik Leumiek dengan membawa tikar dan perlengkapan masing-masing.
Salah satu pengunjung, Nurlina, mengaku menemukan ketenangan tersendiri di ruang terbuka ini, terutama dengan latar arsitektur masjid bergaya Timur Tengah.
Menurut dia, taman ini tidak hanya menarik untuk kebutuhan unggahan di media sosial. Kepraktisan beribadah menjadi alasan utama ia memilih datang ke lokasi ini, karena tempat salat berada tepat di samping taman Masjid Haji Keuchik Leumiek sehingga pengunjung tidak perlu berpindah tempat.
“Kalau sore bisa bersantai sambil menunggu Magrib,” ungkap Nurlina saat hendak melaksanakan salat Zuhur, Rabu (23/9/2026).
Ia berhenti sebentar di Masjid Haji Keuchik Leumiek sebelum melanjutkan perjalan menuju kampusnya di Darussalam.
Daya tarik taman ini juga ditopang oleh lokasinya. Masjid berdiri persis di samping aliran Sungai Krueng Aceh, yang menambah nilai visual dan memberi kesejukan alami. Ketika sore menjelang dan matahari condong ke barat, cahaya keemasan memantul di permukaan sungai dan membentuk pantulan yang menenangkan.
Udara yang sejuk berpadu dengan suara gemericik air, menghadirkan suasana yang jarang ditemukan di kawasan perkotaan yang padat. Pepohonan tinggi di halaman turut menambah teduh, sementara angin lembut membawa aroma sungai ke area taman.
Bagi pengunjung yang ingin berlama-lama, fasilitas di kawasan ini tergolong lengkap. Di bagian depan berdiri rumah panggung khas Aceh yang dihiasi kaligrafi dan ukiran. Bangunan tersebut dimanfaatkan sebagai ruang belajar mengaji bagi anak-anak sekaligus wadah kreativitas remaja masjid.
Tersedia pula gedung serbaguna yang kerap dipakai untuk pengajian, santunan anak yatim, dan berbagai kegiatan bersama. Tempat wudu yang luas, toilet bersih, serta perpustakaan melengkapi kenyamanan pengunjung.
Pengelola juga menyediakan rumah singgah bagi musafir atau wisatawan yang kemalaman dan memerlukan tempat beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan. Kebersihan lingkungan yang terjaga membuat pengunjung betah berada di sana.
Dari sisi bangunan, masjid ini menawarkan pengalaman visual yang tak kalah memikat. Lantai marmer yang bersih, ornamen ukiran yang halus, dan cahaya yang masuk melalui jendela menghadirkan nuansa damai.
Dari serambi hingga kubah berwarna emas, setiap sudut mengajak pengunjung merasakan perpaduan antara nilai spiritual dan keindahan arsitektur.
Suara anak-anak mengaji, lantunan doa jamaah, dan gemericik air sungai berpadu menjadi pengalaman yang berkesan bagi siapa pun yang datang, baik warga setempat maupun wisatawan dari luar daerah.
Kehidupan keagamaan di lingkungan masjid juga berjalan rutin. Pengelola menggelar pengajian bulanan untuk kaum pria, majelis taklim untuk ibu-ibu, serta kelas mengaji bagi anak-anak mulai usia balita hingga 10 tahun.
Program-program tersebut berjalan tertib meski masjid dikelola dari hibah perseorangan. Hal itu menunjukkan komitmen pengelola menjaga manfaat tempat ibadah ini bagi masyarakat luas.
Dengan perpaduan arsitektur, lokasi di tepi sungai, fasilitas yang memadai, dan kegiatan keagamaan yang hidup, kawasan Masjid Haji Keuchik Leumiek kini berkembang menjadi destinasi wisata religi yang menyatukan unsur spiritual, estetika, dan budaya.
Bagi warga Banda Aceh yang mencari ruang terbuka hijau untuk bersantai bersama keluarga, taman masjid ini layak dimasukkan dalam daftar kunjungan, terutama pada sore hari ketika cahaya matahari paling indah dinikmati dari tepian sungai.




