Sunday, 1 November 2026

Komparatif.ID

Situs Berita Aceh Inspirasi Indonesia

Daerah

Sekwil ISNU Aceh Bekali Kader Muda Strategi Diplomasi dan Penguatan Jejaring

Sekwil ISNU Aceh Bekali Kader Muda Strategi Diplomasi dan Penguatan Jejaring
Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Banda Aceh – Kader muda Nahdlatul Ulama (NU) perlu memiliki kemampuan diplomasi dan membangun jejaring strategis untuk memperkuat peran organisasi di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks.

Kemampuan tersebut menjadi modal penting bagi kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dalam memperluas kontribusi organisasi serta membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Hal itu disampaikan Sekretaris Wilayah (Sekwil) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Aceh, Dr Rahmad Syah Putra MPd MAg saat menjadi pemateri dalam kegiatan Latihan Kader Muda (LAKMUD) dan Rapat Pimpinan Wilayah (RAPIMWIL) Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Aceh di Gedung PGRI Aceh, 31 Oktober hingga 1 November 2026.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut diikuti 32 kader IPNU yang merupakan perwakilan Pimpinan Cabang (PC) IPNU dari berbagai kabupaten/kota di Aceh.

Dalam kesempatan itu, Rahmad menyampaikan materi bertajuk Teknik Lobbying dan Penguatan Networking dalam Organisasi Kepemudaan. Ia menekankan kader IPNU tidak cukup hanya memiliki kapasitas akademik dan pemahaman keagamaan, tetapi juga perlu menguasai keterampilan komunikasi, diplomasi, serta membangun hubungan strategis.

Menurutnya, kader IPNU harus mampu membawa organisasi berinteraksi lebih luas dengan berbagai pihak. Kemampuan lobbying dan networking bukan sekadar memperbanyak relasi, melainkan membangun kepercayaan, memperkuat posisi organisasi, dan membuka ruang kolaborasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kader muda NU tidak boleh hanya jago di tataran wacana internal, tetapi harus mampu keluar membangun jembatan komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Lobbying dan networking pada dasarnya adalah seni membangun kepercayaan untuk melahirkan manfaat yang lebih luas bagi organisasi dan masyarakat,” ujarnya.

Baca juga: ISNU Aceh dan BSI Serahkan Mesin Jahit untuk Siswa SLB Aceh Jaya

Rahmad kemudian menguraikan lima aspek penting dalam penguatan kapasitas diplomasi kader. Pertama, membangun networking sebagai modal sosial yang berlandaskan nilai, kredibilitas, dan integritas, bukan sekadar mengumpulkan kontak atau memperluas daftar relasi.

Kedua, menguasai teknik lobbying persuasif dengan mengedepankan data, fakta, etika, serta pendekatan win-win solution. Menurutnya, diplomasi yang efektif harus tetap mencerminkan kesantunan dan nilai-nilai tradisi Nahdliyin.

Ketiga, melakukan pemetaan mitra strategis melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, dan komunitas. Pemetaan tersebut diperlukan agar kader mampu menentukan strategi komunikasi yang tepat sesuai karakter dan kepentingan masing-masing mitra.

Keempat, mengoptimalkan jaringan alumni dan kemitraan dengan memanfaatkan potensi kader serta alumni NU yang tersebar di berbagai sektor strategis. Jaringan tersebut dapat menjadi modal sosial dalam memperluas jangkauan dan kontribusi organisasi.

Kelima, memperkuat komunikasi asertif dan diplomasi berkelanjutan. Kader IPNU diharapkan mampu menyampaikan gagasan secara tegas, lugas, dan terstruktur tanpa mengabaikan sikap rendah hati serta etika organisasi.

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *