Komparatif.ID, Bireuen– Safruddin terpilih sebagai Keuchik Gampong Geulanggang Baro, Kecamatan Kota Juang, setelah meraih suara terbanyak dalam Pemilihan Keuchik Langsung (Pilciksung) yang digelar pada Minggu (2/8/2026).
Saifuddin memperoleh 263 suara, unggul atas calon nomor urut 1, Desi Safnita, yang memperoleh 213 suara, serta calon nomor urut 2, T. Mirza Iskandar, dengan perolehan 201 suara.
Dalam sambutannya, Camat Kota Juang, Saifuddin, S.K.M., M.Kes., mengingatkan keuchik terpilih agar tidak memberhentikan maupun mengganti perangkat gampong di luar aturan yang berlaku.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Panitia Pemilihan Keuchik (P2K) Gampong Geulanggang Baro yang telah menjalankan seluruh tahapan pemilihan hingga selesai.
Ketua P2K Gampong Geulanggang Baro, Bahrul Walidi, mengatakan proses demokrasi dalam pemilihan keuchik berjalan sesuai harapan. Menurutnya, panitia telah mengantisipasi berbagai kemungkinan sejak jauh-jauh hari.
“Jauh-jauh hari kami telah mengantisipasi berbagai kemungkinan. Alhamdulillah proses berjalan sesuai harapan,” ujar Bahrul Walidi, Minggu (2/8/2026).
Safruddin menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga Gampong Geulanggang Baro. Ia mengajak seluruh warga kembali bersatu setelah proses pemilihan berakhir. Menurutnya, perbedaan pilihan selama pemilihan harus diakhiri dan digantikan dengan kebersamaan untuk membangun gampong.
Baca juga: Keuchik Pulo Ara Minta Sedimentasi Waduk Paya Laot Dibersihkan
“Proses pemilihan telah selesai. Mulai hari ini 2 Agustus 2026 tidak ada lagi nomor. Perbedaan sudah selesai. Mari kita rajut kebersamaan untuk gampong yang kita cintai bersama,” ungkap Safruddin.
Calon nomor urut 1, Desi Safnita, turut menyampaikan ucapan selamat kepada Safruddin. Ia juga berterima kasih kepada tim pemenangan yang telah bekerja selama proses pemilihan.
“Kerja keras tim sudah membuahkan hasil. Kita hanya berusaha dan Allah SWT yang menentukan. Menang dan kalah adalah hal biasa dalam demokrasi,” kata Desi Safnita.
Sementara itu, calon nomor urut 2, T. Mirza Iskandar, menerima hasil pemilihan tersebut. Ia mengatakan timnya telah berusaha sebaik mungkin, tetapi keputusan mengenai pemimpin gampong untuk enam tahun ke depan berada di tangan warga.
“Pemilihan hari ini dilaksanakan secara adil, bebas dan rahasia. Baik perangkat, Tuha Peut, maupun panitia tetap bersikap independen,” ujar T. Mirza.
