Home Olahraga Penggemar Ronaldo dari Tepian Krueng Meureubo

Penggemar Ronaldo dari Tepian Krueng Meureubo

Penggemar Ronaldo dari Tepian Krueng Meureubo
Foto: HO for Komparatif.ID.

Bocah-bocah di Desa Jambak, Aceh Barat, merupakan penggemar Ronaldo. Mereka menolak Messi karena terpapar berbagai berita negatif tentang sang forwarder dan Kapten Timnas Argentina.

Komparatif. ID, Meulaboh– Ronaldo memiliki penggemar hingga ke pelosok Aceh Barat. Dari yang tua hingga bocah menggemari penyerang tengah yang pernah merumput di Manchester United, Real Madrid, dan kini di Al-Nassr FC Arab Saudi.

Pada Rabu, 29 Juli 2026, saya berkunjung ke Desa Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen. Sebuah desa yang berjarak 2,5 jam perjalanan dari Kota Meulaboh, ibukota Aceh Barat.

Saya berkunjung ke SDN Alue Lhok, yang berada satu komplek dengan SMP Negeri 3 Pante Ceureumen. Jumlah muridnya sebelum banjir 56 orang. Setelah banjir sudah lebih sedikit karena murid-murid kelas VI telah lulus.

Saat ini jumlah murid kelas enam tersisa enam. Orang. Mereka terbagi dalam dua kelas belajar. Dua orang di sekolah induk, empat di Desa Canggai. Sejak jembatan gantung penghubung Jambak-Canggai runtuh, proses belajar mengajar digelar di dua tempat. Jembatan runtuh sedang proses pembongkaran. Di titik yang sama pemerintah akan segera membangun jembatan gantung baru.

Ketika saya dan rombongan kecil tiba di sekolah itu, Anak-anak langsung akrab dengan kami. Laki-laki, perempuan, dengan wajah penuh tanda tanya segera bercengkrama dengan kami.

Marwan dan Iki (Diki Maulidi) merupakan dua bocah SD tersebut yang namanya melekat di kepala saya. Satu siswa SMP bernama Fauzi juga masih terekam.

Marwan, bocah kelas IV, berperawakan kecil, kulit sawo matang, dan setiap bertanya atau menjawab, intonasinya santai dan lembut.

Saya mengatakan kepadanya bahwa dirinya kelak akan menjadi orang kaya, sama seperti Marwan bin al-Hakam, generasi tabi’in yang dikenal alim dan kaya raya. Marwan bin al-Hakam merupakan sepupu khalifah Utsman bin Affan.

Marwan tertawa ketika saya mengatakan bahwa dia kelak akan menjadi pengusaha besar. Teman-temannya juga demikian.

Sedangkan Iki, kepadanya saya sampaikan bahwa kelak ia akan menjadi pesepakbola terkenal dengan gaji besar. Ternyata dia langsung antusias. Ia gemar bermain sepak bola.

“Kamu akan jadi seperti Messi, terkenal dan kaya raya, “ kata saya.

Ternyata Iki tak mau seperti Messi. Dia mau seperti Ronaldo. Baginya Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro merupakan pesepakbola terbaik di dunia. Tak ada di atas sang legenda hidup Portugal tersebut.

Baca juga: Argentina Terancam Sanksi FIFA Usai Insiden di Final Piala Dunia

Ketika perbincangan mengarah ke Ronaldo, anak-anak lain juga ikut memberikan komentar. Mereka semua penggemar Ronaldo.

Saya coba alihkan perbincangan ke Messi, mereka tetap hanya mau membincangkan Ronaldo. Mereka tak menolak nama Lamine Yamal, tapi tetap saja daya tarik Ronaldo Portugal lebih besar dari apa pun.

Saya terkekeh. Mereka telah memiliki pemain bola favoritnya. Tidak bisa ditawar lagi. Sekali Ronaldo tetap Ronaldo.

Bagaimana dengan Fauzi? Siswa kelas VII SMP Negeri 3 Pante Ceureumen yang ikut nimbrung dalam perbincangan kami, tidak begitu peduli pada sepak bola. Fokusnya hari itu melawak dengan cara unik. Saya tahu itu cara Fauzi supaya dia mendapatkan perhatian lebih. Saya memakluminya. Dia juga ingin menunjukkan bahwa dia adalah senior di antara anak-anak yang lain.

Para penggemar Ronaldo itu rata-rata jago berenang. Krueng Meureubo merupakan wahana bermain sehari-hari. Sepak bola juga kegemaran mereka. Sore hari merupakan waktu yang tepat bagi mereka bermain bola di tanah lapang, sembari membayangkan diri mereka sebagai Ronaldo.

Imajinasi merupakan kekuatan batiniah yang memiliki kekuatan bangkit luar biasa. Kelak, bila teguh memegang impian, mereka akan menjadi generasi hebat.

Satu jam lebih saya dan rombongan berada di sekolah itu. Rasanya berat meninggalkan teman-teman cilik itu, yang mengantar kepergian kami dengan lambaian dan senyuman teramat manis.

Semoga Marwan, Iki, Fauji, Amira, Siti Khadijah, dan teman-teman cilik lainnya, kelak akan menjadi sosok hebat di zamannya. Selamat tinggal, Adik-adik sekalian.

Previous articlePemerintah Aceh Bentuk Tim Usut Kelangkaan Semen dan BBM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here