Friday, 31 July 2026 Login

Pemerintah Aceh Fasilitasi Peralihan RSUD Cut Meutia ke Lhokseumawe

Pemerintah Aceh Fasilitasi Peralihan RSUD Cut Meutia ke Lhokseumawe
Sekda Aceh, M. Nasir, bersama Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti, saat membahas rencana peralihan RSUD Cut Meutia dari Pemkab Aceh Utara ke Pemko Lhokseumawe. Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Banda Aceh– Pemerintah Aceh memfasilitasi proses peralihan kepemilikan RSUD Cut Meutia dari Pemerintah Kabupaten Aceh Utara kepada Pemerintah Kota Lhokseumawe.

“Semakin cepat selesai semakin baik, sehingga dapat memaksimalkan pelayanan kesehatan,” kata Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem), Rabu (29/7/2026).

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, mengatakan Mualem menginstruksikan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M. Nasir untuk segera memanggil pihak Pemkab Aceh Utara dan Pemko Lhokseumawe dengan melibatkan Kementerian Kesehatan.

Pertemuan tersebut kemudian berlangsung di Ruang Rapat Sekda Aceh, Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Rabu (29 Juli 2026).

Menurut Sekda Aceh, proses peralihan kepemilikan RSUD Cut Meutia sebenarnya telah berlangsung cukup lama, tetapi hingga kini belum selesai.

Persoalan tersebut kini menjadi lebih krusial karena berkaitan dengan program revitalisasi dan modernisasi fasilitas kesehatan dari Presiden Prabowo.

Nasir menjelaskan, program tersebut hanya diberikan untuk satu RSUD di setiap daerah. Sementara di Aceh Utara terdapat dua RSUD, yakni RSUD Cut Meutia yang berada di Kota Lhokseumawe dan RSUD dr. Muchtar Hasbi di Lhoksukon, Aceh Utara.

Baca juga: PMI Bireuen dan UPD RSUD dr. Fauziah Gelar Donor Darah, Target 200 Kantong

“Kondisi seperti ini bisa mengorbankan salah satu RSUD, atau malah dua-duanya nggak mendapatkan bantuan,” ujarnya.

Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan, Prof. Dr. Asnawi Abdullah, yang mengikuti rapat secara daring, menyarankan agar RSUD Cut Meutia dialihkan kepada Pemerintah Kota Lhokseumawe.

Menurutnya, Lhokseumawe merupakan satu-satunya daerah di Aceh yang belum memiliki RSUD. Dengan peralihan tersebut, Aceh Utara dan Lhokseumawe masing-masing dapat memiliki satu RSUD yang mendapat bantuan dari Kementerian Kesehatan.

“Kemenkes leluasa dalam memberi bantuan dan tak repot dalam mengembangkan RSUD di Aceh Utara,” kata Asnawi.

Ia mengatakan peralihan tersebut penting agar bantuan Kementerian Kesehatan dapat menjangkau pelayanan kesehatan di Lhokseumawe dan Aceh Utara.

Asnawi mengakui peralihan RSUD Cut Meutia kepada Pemkot Lhokseumawe membutuhkan kompensasi bagi Aceh Utara. Sebagai bentuk kompensasi, Kementerian Kesehatan akan mengembangkan RSUD dr. Muchtar Hasbi, terutama dalam hal akreditasi.

Asisten II Setkab Aceh Utara, M. Nasir, mengatakan Pemkab Aceh Utara tidak keberatan dengan opsi kompensasi tersebut. Namun, Aceh Utara menginginkan agar Kementerian Kesehatan terlebih dahulu melakukan revitalisasi terhadap RSUD dr. Muchtar Hasbi sebelum RSUD Cut Meutia diserahkan kepada Pemkot Lhokseumawe.

Sementara itu, Wali Kota Lhokseumawe Dr. Sayuti berharap proses peralihan RSUD Cut Meutia dapat segera terealisasi. “Saya ingin memastikan pelayanan kesehatan berjalan dengan baik di Kota Lhokseumawe, jika ada RSUD maka kami bisa memastikannya,” kata Sayuti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *