Komparatif.ID, Bireuen– Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Peudada mengapresiasi komitmen Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Bireuen dalam mendukung sektor pertanian, terutama di tengah kondisi musim kemarau.
Ketua KTNA Kecamatan Peudada, Aiyuraddin atau yang akrab disapa Pak Red, mengatakan salah satu bentuk dukungan tersebut terlihat dari dilanjutkannya pembangunan Bendungan Aneuk Gajah Rhet di Gampong Lawang, Mukim Krueng, Kecamatan Peudada.
Menurutnya, pembangunan bendungan tersebut telah terbengkalai selama 21 tahun setelah pertama kali dimulai pada 2005. Pembangunan itu kemudian kembali dilanjutkan pada 2026.
“Patut kita apresiasi bersama, jika Dana TKD sebesar Rp12 miliar ini hasil lobi para tokoh Peudada, Camat, melalui wakil Ketua DPRA Yah Fud dan Pak Nasir selaku Sekda Aceh,” ujar Pak Red, Jumat (24/7/2026).
Ia menyebutkan, pembangunan Bendungan Aneuk Gajah Rhet diharapkan dapat mendukung kebutuhan air bagi lahan pertanian masyarakat di Kecamatan Peudada. Dukungan terhadap sektor pertanian juga terlihat dari pembangunan sejumlah Irigasi Perpompaan (IRPOM) di wilayah tersebut.
Baca juga: Wakil Ketua DPRA Yah Fud Kunjungi Korban Kebakaran di Peudada
Aiyuraddin menyampaikan apresiasi kepada Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, serta Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Bireuen, Mulyadi, S.E., M.M., yang telah membangun 11 unit IRPOM di Kecamatan Peudada.
Selain itu, saat ini juga sedang diusulkan tambahan lima unit IRPOM untuk menjangkau wilayah yang masih mengalami kekurangan air.
Ia berharap seluruh program yang sedang berjalan maupun yang telah diusulkan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh para petani.
Aiyuraddin juga mengajak masyarakat untuk mendukung dan mengawal berbagai program pemerintah agar pelaksanaannya berjalan sesuai dengan harapan.
“Dengan sinergi pemerintah, petani, dan semua pihak, kami berharap produktivitas pertanian di Peudada meningkat dan ketahanan pangan daerah terjaga,” tutupnya.













