Komparatif.ID, Bireuen— Keuchik Gampong Lancang, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen, Zulkifli, S.E., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan anggota DPR RI, TA Khalid, bersama rombongan ke gampong tersebut, Minggu (11/10/2026).
Kunjungan itu dinilai menjadi kesempatan bagi masyarakat nelayan untuk menyampaikan kebutuhan serta harapan terhadap keberlanjutan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Zulkifli berharap program Kampung Nelayan Merah Putih di Gampong Lancang dapat berlanjut sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat, khususnya para nelayan dan pelaku usaha perikanan.
Menurutnya, keberadaan program tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pesisir sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan warga yang menggantungkan penghidupan pada sektor perikanan.
Apresiasi serupa disampaikan Muhibuddin, perwakilan pelaku usaha perikanan di Gampong Lancang. Ia mengucapkan terima kasih atas kunjungan TA Khalid dan menilai kehadiran anggota DPR RI tersebut menjadi kesempatan penting bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung berbagai kebutuhan nelayan.
“Karena hasil usaha TA Khalid di Senayan, wilayah kami berhasil mendapatkan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP),” ujar Muhibuddin.
Ia mengatakan, kunjungan tersebut menjadi momen bersejarah bagi masyarakat nelayan Gampong Lancang. Terlebih, TA Khalid hadir bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Aceh, sehingga masyarakat memiliki kesempatan untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi pelaku usaha perikanan di daerah itu.
Baca juga: TA Khalid Tampung Keluhan Petani Bireuen
“Kehadiran Anggota DPR RI ke tempat kami merupakan momen bersejarah bagi kami para nelayan. Apalagi didampingi Kadis DKP Provinsi Aceh, ini memberi kesempatan besar bagi kami untuk menjelaskan berbagai kebutuhan,” kata Muhibuddin.
Muhibuddin berharap Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh dapat membantu pengadaan perahu dan pukat pengganti bagi nelayan yang terdampak, sehingga mereka dapat kembali menjalankan usaha untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Ia menjelaskan, masyarakat Gampong Lancang sebelumnya memiliki beragam usaha di sektor perikanan. Kegiatan tersebut meliputi nelayan pancing, nelayan tangkap, usaha pukat, tambak, pengolahan garam, hingga pengolahan ikan asin.
Gampong Lancang juga memiliki usaha penangkapan ikan tuna. Namun, kegiatan tersebut tidak lagi berjalan efektif akibat kemerosotan ekonomi dan kerusakan peralatan yang ditimbulkan oleh banjir.




