Home Ekonomi IHSG Terpuruk 2 Hari, Dirut Bursa Efek Indonesia Mundur

IHSG Terpuruk 2 Hari, Dirut Bursa Efek Indonesia Mundur

IHSG Terpuruk 2 Hari, Dirut Bursa Efek Indonesia Mundur
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengundurkan diri usai IHSG terpuruk dua hari dan memicu trading halt. Foto: Emiten.

Komparatif.ID, Jakarta– Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengundurkan diri dari jabatannya pada Jumat (30/1/2025) usai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam selama dua hari berturut-turut.

Iman menegaskan pengunduran diri itu merupakan bentuk tanggung jawab pribadi atas kondisi pasar yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Ia menyebut langkah tersebut diambil setelah mencermati situasi yang berkembang, khususnya gejolak yang berdampak signifikan terhadap perdagangan saham di bursa.

Menurutnya, keputusan mundur diharapkan dapat memberikan ruang perbaikan bagi pasar modal Indonesia ke depan.

“Sebagai bentuk tanggung jawab atas kondisi Pasar Modal Indonesia selama beberapa waktu ke belakang, pada hari ini Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia mengundurkan diri,” ujar Iman saat konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta.

Iman juga menyampaikan harapan agar pengunduran dirinya dapat membawa dampak positif bagi stabilitas dan kepercayaan di pasar modal. Ia menilai kepentingan pasar dan investor harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun jabatan yang diemban.

Baca juga: IHSG Ambles, BEI Kembali Hentikan Perdagangan Saham

Terkait dengan kelanjutan kepemimpinan di BEI, Iman menjelaskan seluruh proses administrasi akan berjalan sesuai dengan ketentuan anggaran dasar perusahaan.

Untuk sementara waktu, akan ditunjuk Pelaksana Tugas Direktur Utama hingga ditetapkan direktur utama definitif yang baru.

Iman diketahui menjabat sebagai Direktur Utama BEI sejak ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 29 Juni 2022.

Pengunduran diri tersebut terjadi di saat pasar modal Indonesia tengah menghadapi tekanan setelah MSCI mengumumkan pembekuan sementara perlakuan indeks untuk saham-saham Indonesia.

Kebijakan ini mencakup pembekuan seluruh kenaikan bobot saham Indonesia, penghentian penambahan saham baru ke dalam indeks MSCI, serta tidak adanya kenaikan kelas saham di seluruh segmen indeks.

Pada Rabu (28/1/2026) sore, IHSG ditutup di level 8.320 setelah terperosok 659,67 poin atau turun 7,35 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya, yang sempat memicu penghentian perdagangan sementara (trading halt).

Tekanan berlanjut pada Kamis (29/1/2026), ketika IHSG kembali ditutup melemah di level 8.232 atau turun 88,35 poin setara 1,06 persen, setelah sempat jatuh hingga ke level 7.481 pada siang hari yang kembali memicu trading halt.

Memasuki perdagangan Jumat pagi (30/1/2026), IHSG menunjukkan pergerakan berbeda. Indeks dibuka menguat di level 8.308 dan dalam lima menit pertama perdagangan tercatat naik 1,62 persen atau sekitar 133 poin ke level 8.365.

Previous articleMBG Tetap Jalan Selama Ramadan, Menu Diganti Kurma hingga Abon

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here