
Komparatif.ID, Jakarta– Pasar modal Indonesia kembali mengalami tekanan berat pada perdagangan Kamis pagi (29/1/2025). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memberlakukan pembekuan sementara perdagangan (trading halt) setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam hingga menyentuh ambang batas yang ditetapkan bursa.
Langkah ini diambil menyusul anjloknya IHSG hingga 8 persen dalam waktu singkat setelah pembukaan perdagangan.
Trading halt diaktifkan pada pukul 09.26.01 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS). Perdagangan lalu kembali dibuka setengah jam kemudian, tepatnya pada pukul 09.56.01.
Keputusan tersebut diambil sebagai respons atas tekanan jual yang sangat kuat sejak awal sesi, yang membuat pergerakan indeks tidak terkendali.
Dalam perkembangannya, tekanan di pasar saham terus berlanjut. Tercatat IHSG sempat terjun hingga 839 poin atau melemah 10,08 persen ke level 7.481 pada pukul 09.59 WIB.
Pantuan Komparatif.ID pada pukul 11.08 JATS, IHSG perlahan rebound menuju level 7.851,38, namun belum mencapai titik awal saat perdagangan dibuka hari ini pada level 8.027,83.
Baca juga: Baru Dibuka, IHSG Kembali Anjlok Hari Ini
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menjelaskan pembekuan sementara perdagangan dilakukan untuk menjaga stabilitas dan ketertiban pasar.
Ia menyebutkan keputusan tersebut merupakan prosedur yang telah diatur dalam ketentuan bursa ketika terjadi penurunan indeks yang sangat signifikan.
“Tindakan ini dilakukan karena terdapat penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai 8 persen,” ujar Kautsar dalam keterangannya resminya pada Kamis (29/1/2026).
Menurutnya, langkah tersebut penting agar pelaku pasar memiliki waktu untuk mencerna informasi dan meredam kepanikan yang dapat memperburuk kondisi perdagangan.
Pembekuan perdagangan pada Kamis ini menjadi kali kedua secara berturut-turut BEI melakukan intervensi serupa di tengah gejolak pasar yang ekstrem.
Sehari sebelumnya, Rabu (28/1/2026), BEI juga memberlakukan trading halt setelah IHSG turun hingga 8 persen. Pelemahan tajam pada perdagangan kemarin disebut terjadi imbas pembekuan rebalancing saham Indonesia oleh MSCI.












