Komparatif.ID, Lhokseumawe– Universitas Malikussaleh (Unimal) melalui tim dosen Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di TK Kemala Bhayangkari 11 Cabang Kota Lhokseumawe, Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan tersebut mengangkat program “Ready To School” yang ditujukan untuk mendampingi orang tua dalam mempersiapkan anak memasuki sekolah dasar.
Program tersebut disusun berdasarkan hasil observasi awal yang menunjukkan sebagian besar orang tua masih belum memiliki pengetahuan mengenai hal-hal yang perlu dilakukan untuk mempersiapkan anak menghadapi masa sekolah.
Melalui kegiatan ini, orang tua mendapatkan pemahaman mengenai konsep kesiapan sekolah serta peran orang tua dalam mendukung berbagai aspek perkembangan anak.
Materi yang disampaikan mencakup perkembangan fisik dan motorik, kemampuan bahasa, kemampuan kognitif, perkembangan sosial-emosional, pembentukan kemandirian, serta sikap belajar anak.
Kegiatan dilaksanakan secara tatap muka dengan sejumlah rangkaian, mulai dari pemberian pre-test, penyampaian materi, pelatihan dan praktik simulasi perkembangan anak, monitoring dan sharing pengalaman, hingga post-test.
Selain mendapatkan materi secara konseptual, para orang tua juga mengikuti pelatihan dan praktik simulasi stimulasi perkembangan anak. Stimulasi tersebut mencakup aspek fisik dan senso-motorik, kognitif, sosial-emosional, sikap belajar, serta koordinasi gerak anak yang dapat dilakukan oleh orang tua di lingkungan keluarga.
Dalam kegiatan tersebut, orang tua juga diajarkan berbagai gerakan fisik yang dapat dilakukan untuk membantu memberikan stimulasi kepada anak.
Baca juga: Dosen Psikologi Unimal Edukasi IRT Lancang Garam tentang Manajemen Waktu
Ketua tim pengabdian Prodi Psikologi Unimal, Widi Astuti, S.Psi., M.Psi., Psikolog, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan orang tua dalam memberikan stimulasi agar anak lebih siap memasuki sekolah.
“Selama kegiatan para orang tua terlihat antusias, terutama pada para ayah. Selama ini ketika parenting biasanya para ibu yang lebih tertarik, namun kali ini terlihat para ayah yang lebih antusias dalam mengikuti kegiatan ini,” ujar Widi Astuti.
Tim pengabdian melibatkan dosen dengan bidang keahlian psikologi klinis anak, psikologi pendidikan, dan psikologi sosial. Tim tersebut terdiri atas Zurratul Muna, Rini Julistia, Widi Astuti, Yara Andita Anastasya, dan Dwi Iramadhani.
Pelaksanaan kegiatan juga dibantu mahasiswa Psikologi Universitas Malikussaleh, yakni Tio Setiawan, T. R. Fitrah At-Taqwa HRP, Syakira, dan Lusi Nurmala Sari.
Salah satu orang tua murid yang mengikuti kegiatan mengatakan materi yang diberikan menambah pengetahuannya mengenai pengasuhan dan persiapan anak sebelum memasuki sekolah dasar.
“Dengan adanya kegiatan ini, saya mendapatkan ilmu yang bermanfaat terkait dengan parenting. Melalui kegiatan ini saya jadi mengetahui apa yang perlu disiapkan untuk anak sebelum masuk ke sekolah dasar,” ujarnya.
Kepala TK Kemala Bhayangkari 11 Cabang Kota Lhokseumawe, Nur Ainun, S.Pd., AUD, juga menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, program “Ready To School” bermanfaat untuk menunjang pengetahuan guru dan wali murid mengenai kesiapan anak sebelum masuk sekolah dasar.
“Kegiatan ready to school ini sangat bagus ya menurut saya, karena dapat menunjang pengetahuan guru dan wali murid terkait kesiapan anak sebelum masuk sekolah dasar, harapan kami kegiatan ini dapat berlanjut ke depannya,” ujar Nur Ainun.
Program pengabdian tersebut dirancang melalui tahapan perencanaan, persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut.
Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test serta mengumpulkan umpan balik dari peserta untuk melihat perkembangan pengetahuan dan kesiapan guru setelah mengikuti kegiatan.
Melalui program tersebut, tim pengabdian berharap pengetahuan orang tua mengenai kesiapan sekolah dan langkah-langkah pendampingan anak sebelum memasuki sekolah dasar dapat bertambah.
Pemahaman tersebut juga diharapkan dapat memperluas pandangan orang tua bahwa kesiapan anak tidak hanya berkaitan dengan kemampuan kognitif, tetapi juga mencakup kemampuan psikologis yang diperlukan dalam menghadapi masa sekolah.
