Komparatif.ID, Banda Aceh— Akses jalan nasional Blangkejeren–Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara yang sempat tertutup material longsor akibat hujan deras kini kembali normal. Petugas telah membersihkan material longsor dan pohon tumbang yang menutup badan jalan di tiga titik wilayah Kecamatan Puteri Betung, Kabupaten Gayo Lues.
Tiga lokasi terdampak masing-masing berada di Desa Gumpang Pekan, Meloak, dan Singah Mule. Material longsoran menutupi badan jalan sepanjang sekitar 10 hingga 15 meter sehingga mengganggu akses transportasi masyarakat.
Untuk memulihkan jalur tersebut, BPJN Aceh mengerahkan tiga unit alat berat, terdiri atas dua ekskavator dan satu backhoe loader. Setelah proses pembersihan selesai, ruas jalan nasional tersebut kembali fungsional dan sudah dapat dilalui kendaraan.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengatakan penanganan infrastruktur terdampak bencana menjadi prioritas untuk memastikan akses masyarakat tetap terlayani.
Baca juga: Kaposwil Satgas PRR Aceh: Sahrial Abadi Teladan Gotong Royong dari Tanoh Gayo
“Akses jalan dan jembatan adalah kunci utama pergerakan logistik, pelayanan darurat, dan pemulihan ekonomi masyarakat. Karena itu, kami bekerja tanpa jeda untuk memastikan keterisolasian wilayah bisa ditangani secepat mungkin,” kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, seperti dilansir Sabtu (7/11/2026).
Selain di Gayo Lues, penanganan longsor juga dilakukan di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, tepatnya pada ruas Lawe Pakam (Batas Provinsi Aceh)–Kutabuluh. Longsor yang terjadi pada Sabtu (31/10/2026) sempat menimbun seluruh badan jalan sehingga akses lalu lintas lumpuh total.
Doddy mengatakan pemantauan terhadap sejumlah titik rawan longsor di Aceh dan Sumatra Utara terus dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan.
Langkah tersebut diperlukan agar akses transportasi tetap terjaga, terutama pada ruas jalan nasional yang menjadi penghubung aktivitas masyarakat dan distribusi logistik antarwilayah.




