Komparatif.ID, Bireuen– Hempasan angin kencang menyebabkan satu unit kios penjual jagung bakar di Jalan Nasional Banda Aceh–Medan, Gampong Pulo Lawang, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, roboh hingga menimpa area persawahan, Kamis (5/11/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Kios yang digunakan berjualan tersebut mengalami kerusakan setelah pohon kedondong besar yang berada di dekatnya ikut tumbang. Pohon itu sebelumnya menjadi salah satu penopang bangunan kios, tetapi kondisi akarnya sudah tidak lagi tertutup tanah akibat gerusan air.
Nadia, salah seorang penjual di kios tersebut, menjelaskan kondisi material kayu bangunan memang sudah tidak layak pakai. Hampir seluruh bagian kios telah lapuk dimakan usia sehingga tidak mampu lagi bertahan ketika diterpa angin kencang.
Menurut Nadia, selama ini keberadaan pohon kedondong besar cukup membantu menopang ketahanan kios. Namun, gerusan air menyebabkan tanah di sekitar pohon terkikis dan akarnya mulai terlihat di permukaan.
Ketika angin kencang terjadi pada Kamis pagi, pohon tersebut akhirnya roboh. Karena tidak lagi memiliki penopang, bangunan kios yang berada di dekatnya ikut ambruk hingga jatuh ke area sawah.
Pemilik kios sebenarnya telah berencana membangun kembali tempat berjualan tersebut. Namun, pembangunan baru direncanakan setelah bulan Ramadan mendatang, mengingat para pedagang di lokasi itu umumnya tidak berjualan selama bulan suci karena aktivitas pembeli cenderung berkurang.
Baca juga: Orasi Ilmiah Menko Yusril di DPR Aceh Ditunda
Nadia memperkirakan biaya yang dibutuhkan untuk membangun kembali kios tersebut mencapai sekitar Rp20 juta. Perkiraan itu didasarkan pada kondisi bangunan lama yang hampir seluruh materialnya harus diganti.
“Jika dibangun baru lagi diperkirakan akan menghabiskan biaya lebih kurang Rp20 juta, mengingat hampir seluruh material telah lapuk dimakan usia,” ujar Nadia.
Meski mengalami kerusakan, lokasi kios tersebut selama ini dikenal cukup strategis untuk berjualan jagung bakar. Kios yang berada di sisi kiri jalan dari arah Banda Aceh itu biasanya ramai dikunjungi pembeli pada sore hari.
Salah satu faktor yang mendukung aktivitas penjualan adalah keberadaan pohon mahoni besar di samping kios. Pohon tersebut menjadi tempat berteduh sekaligus lokasi parkir bagi pelanggan yang datang untuk membeli jagung bakar.
“Alhamdulillah penjualan jagung bakar mengalami peningkatan pada sore hari karena lokasi kiosnya tidak menghadap matahari, beda dengan posisi kios di bagian timur kurang ramai karena pembeli terpapar matahari sore,” kata Nadia.




