Komparatif.ID, Sigli– Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, Rabu (4/11/2026), berakhir ricuh. Insiden yang melibatkan warga dan personel TNI tersebut menyebabkan seorang warga meninggal dunia dan 14 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Peristiwa itu diduga bermula ketika personel TNI berupaya menurunkan bendera bulan bintang yang dikibarkan di lokasi kegiatan. Sejumlah warga kemudian mengadang aparat dan berusaha mencegah personel TNI memasuki pekarangan meunasah.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen Donny Pramono, menjelaskan aparat sebelumnya telah melakukan komunikasi dengan panitia penyelenggara agar bendera tersebut tidak dikibarkan. Namun, upaya negosiasi tidak mencapai kesepakatan karena panitia tetap mempertahankan pengibaran bendera tersebut.
“Personel telah berupaya menenangkan dan membubarkan massa menggunakan perlengkapan pengendalian huru-hara. Namun, karena massa terus melakukan tindakan anarkis dan keselamatan personel terancam, dilakukan tindakan pengamanan secara bertahap dengan mengeluarkan tembakan peringatan menggunakan munisi hampa, kemudian munisi karet,” kata Donny dalam keterangannya Kamis (5/11/2026).
Donny menyebutkan, akibat kericuhan tersebut, satu warga meninggal dunia dan 14 orang lainnya mengalami luka-luka. Korban meninggal diketahui bernama Abzalul Riza, warga Desa Dayah Gampong Baro, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie.
Jenazah Abzalul telah dimakamkan pada Kamis sekitar pukul 01.00 WIB di pemakaman umum Desa Dayah Kampung Baru, Kecamatan Tiro.
TNI AD menyampaikan keprihatinan dan belasungkawa atas meninggalnya warga dalam insiden tersebut. Donny juga berharap para korban yang mengalami luka-luka dapat segera pulih.
“TNI AD menyampaikan keprihatinan dan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya warga dalam peristiwa tersebut serta berharap seluruh korban luka segera pulih,” ujarnya.
Baca juga: Ipda FJ Didemosi 10 Tahun Usai Peluru Rekoset Sebabkan Pratu Galuh Meninggal
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan RI, Prof Yusril Ihza Mahendra, turut menyampaikan keprihatinan atas insiden yang menewaskan seorang warga tersebut.
Yusril berharap persoalan yang terjadi di Gampong Pulo Keunari dapat diselesaikan secara damai melalui dialog dan musyawarah antara aparat keamanan dengan masyarakat.
“Saya berharap semua itu dapat diselesaikan secara damai melalui jalan musyawarah, mufakat, dan suasana saling pengertian antara sesama kita, antara aparat dengan masyarakat,” ujar Yusril saat menghadiri acara Meu-kupi Beungoh di Rumoh Aceh Tibang, Banda Aceh, Kamis (5/11/2026) pagi.





peluru hampa, percaya?