Wednesday, 4 November 2026

Komparatif.ID

Situs Berita Aceh Inspirasi Indonesia

Daerah

Bireuen Terima Bantuan 256 Rumah Perebusan Garam

Bireuen Terima Bantuan 256 Rumah Perebusan Garam
Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Bireuen—Kabupaten Bireuen memperoleh dukungan pembangunan 256 unit rumah perebusan garam dengan total anggaran mencapai sekitar Rp7,9 miliar dari pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh.

Penyerahan bantuan secara simbolis berlangsung di Gampong Matang Bangka, Kecamatan Jeunieb, Rabu (4/11/2026), dalam rangka peringatan HUT ke-27 Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI serta Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan Tahun 2026.

Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T., menyampaikan apresiasi kepada KKP RI dan Pemerintah Aceh atas dukungan tersebut.

Menurutnya, pembangunan ratusan rumah perebusan garam menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat, khususnya petambak garam yang memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian kawasan pesisir.

Dari total 256 unit yang dibangun tahun ini, sebanyak 55 unit berasal dari dukungan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI dengan anggaran hampir Rp5 miliar. Sementara 201 unit lainnya dibangun melalui dukungan Pemerintah Aceh melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh dengan nilai anggaran Rp2,9 miliar.

Mukhlis mengingatkan agar fasilitas yang telah dibangun tidak hanya dilihat dari sisi fisiknya, tetapi juga harus benar-benar dimanfaatkan dan dirawat secara berkelanjutan oleh masyarakat penerima bantuan.

Ia berharap keberadaan rumah perebusan garam dapat meningkatkan kapasitas produksi serta memberikan manfaat ekonomi bagi kelompok masyarakat yang mengelolanya.

Selain menyampaikan apresiasi, Bupati juga berharap dukungan pemerintah pusat terus berlanjut untuk pengembangan usaha garam di Bireuen. Beberapa kebutuhan yang disampaikan antara lain penambahan fasilitas produksi garam, khususnya di kawasan terdampak banjir, rehabilitasi tunnel garam yang rusak akibat bencana, serta pembangunan Brine Rejection System (BRS).

Menurutnya, dukungan lanjutan tersebut diperlukan agar usaha garam rakyat di Bireuen dapat berkembang dan fasilitas produksi yang terdampak bencana bisa kembali dimanfaatkan.

Baca juga: Dari Peugah Haba PSSB Bireuen, Harapan Itu Kembali Hidup

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Perikanan, Dr. Miftahul Huda, M.Si., mengatakan bantuan rumah perebusan garam merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah dalam mengembangkan usaha garam rakyat.

Ia berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan dan dikelola dengan baik oleh masyarakat sehingga mampu meningkatkan kapasitas produksi, kualitas garam, serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian dan kesejahteraan penerima manfaat.

Kegiatan penyerahan bantuan tersebut juga terhubung secara daring melalui Zoom dengan kegiatan KKP RI yang dipusatkan di Sukabumi, Jawa Barat, serta diikuti 27 titik lokasi lainnya di seluruh Indonesia.

Dalam kegiatan nasional itu, Menteri Kelautan dan Perikanan RI turut menyampaikan sejumlah program strategis, antara lain pengembangan budidaya perikanan tematik, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, serta modernisasi sarana dan prasarana perikanan tangkap.

Kegiatan itu turut dihadiri Direktur Konservasi Spesies dan Genetik KKP RI, Dr. Sarmintohadi, S.Pi., M.Si., perwakilan Pemerintah Aceh, jajaran Pemerintah Kabupaten Bireuen, unsur Forkopimcam Jeunieb, para keuchik, tokoh masyarakat, serta kelompok masyarakat penerima bantuan.

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *