Komparatif.ID, Bireuen– Kondisi lantai Jembatan Nalan di jalan nasional Banda Aceh–Medan, kawasan Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen, rusak. Aspal yang berlubang dan permukaan jembatan dinilai membahayakan keselamatan pengendara, bahkan disebut kerap menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas.
Nursiah, warga Gampong Keude Jeunieb, Kecamatan Jeunieb, berharap Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh segera merespons kerusakan tersebut. Menurutnya, kondisi paling memprihatinkan terlihat di bagian timur jembatan yang selama ini menjadi titik rawan kecelakaan.
Ia mengatakan, pengendara yang melintas, terutama mereka yang berasal dari luar daerah dan belum mengenal kondisi jalan, sering kali mengalami kesulitan saat melewati bagian jembatan yang berlubang.
Pengendara terkadang menghindari lubang dengan mengambil jalur ke kanan sehingga berisiko bertabrakan dengan kendaraan dari arah berlawanan.
Selain itu, kecelakaan juga dapat terjadi ketika pengendara dari belakang tiba-tiba menyalip kendaraan yang sedang menghindari lubang. Kondisi tersebut membuat ruas jembatan menjadi semakin berbahaya, terutama ketika arus kendaraan sedang ramai.
“Lantai jembatan tersebut sudah tidak layak dipertahankan lagi karena aspalnya sudah berlubang. Saat melewatinya terasa seperti di jalan berbatu, body Honda seperti mau copot, hampir tidak ada lokasi layak lagi,” ujar Nursiah, Rabu (4/11/2026).
Baca juga: Ayam Bresse, Unggas Paling Mulia dari Prancis
Menurut Nursiah, risiko kecelakaan semakin tinggi pada malam hari karena jarak pandang pengendara terbatas. Lubang di permukaan jembatan sulit terlihat sehingga pengendara tidak memiliki cukup waktu untuk menghindarinya.
Sementara pada siang hari, pengendara juga tidak bisa sembarangan mengubah arah atau menghindari lubang karena dapat membahayakan kendaraan lain. Apalagi, kondisi tersebut berada di jalan nasional yang menjadi jalur utama mobilitas masyarakat dan kendaraan antardaerah.
Ia berharap kerusakan lantai Jembatan Nalan tidak dibiarkan berlarut-larut. Penanganan segera diperlukan agar tidak semakin banyak pengendara yang menjadi korban akibat kondisi jalan tersebut.
Sementara itu, Camat Jeunieb, Muhammad Maulana Rahmat, mengatakan pihaknya telah menyampaikan laporan mengenai kondisi Jembatan Nalan kepada dinas terkait dan pihak BPJN Aceh.
Menurut Maulana, laporan telah disampaikan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bireuen serta BPJN Aceh melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sigli–Bireuen.
“Terhadap kondisi ini sudah saya laporkan ke Dinas PUPR Kabupaten dan pihak BPJN Aceh PPK Sigli–Bireuen. Sudah dalam catatan mereka,” ungkap Maulana.
Ia berharap kerusakan tersebut dapat segera ditangani, setidaknya melalui perbaikan sementara untuk mengurangi risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.
Maulana menyebutkan, saat ini pekerjaan perbaikan jalan pada ruas Sigli–Bireuen sedang berlangsung, termasuk di kawasan Peudada. Karena itu, ia berharap penanganan Jembatan Nalan dapat dikoordinasikan dengan pekerjaan yang sedang berjalan.
“Saya berharap bisa ditangani sementara, mengingat mereka sedang ada pekerjaan pada ruas Sigli–Bireuen di Peudada,” tutup Camat Jeunieb melalui pesan WhatsApp.




