Wednesday, 28 October 2026

Komparatif.ID

Situs Berita Aceh Inspirasi Indonesia

Daerah

Bibit Siklon Tropis 90B Terdeteksi di Laut Andaman Utara Aceh

Bibit Siklon Tropis 90B Terdeteksi di Laut Andaman Utara Aceh
Foto: JTWC.

Komparatif.ID, Banda Aceh– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi bibit siklon tropis 90B di sekitar wilayah Samudra Hindia. Pada Rabu (28/10/2026), sirkulasi siklonik baru juga diperkirakan terbentuk di Laut Andaman, tepatnya di sebelah utara Aceh.

Berdasarkan informasi Joint Typhoon Warning Center (JTWC), sistem bibit siklon tropis tersebut memiliki kecepatan angin permukaan maksimum berkelanjutan sekitar 30 kilometer per jam atau 15 knot.

Tekanan permukaan laut minimum pada sistem 90B diperkirakan mendekati 1.007 hPa (hektopaskal). Sistem tersebut disebut berada sekitar 742 kilometer di barat-barat daya Banda Aceh atau sekitar 1.100 kilometer di timur-tenggara Colombo, Sri Lanka.

Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, mengatakan potensi pembentukan sirkulasi siklonik baru di sekitar Laut Andaman sebelah utara Aceh telah diidentifikasi sejak Selasa (27/10/2026). Berdasarkan pemodelan cuaca, peluang sistem tersebut untuk menguat masih rendah dalam 24 jam ke depan.

Meski peluang penguatannya rendah, keberadaan sirkulasi tersebut tetap perlu dipantau karena berpotensi membentuk daerah konvergensi atau pertemuan massa udara.

Kondisi tersebut dapat mendukung pertumbuhan awan konvektif dan meningkatkan peluang hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Sumatra bagian utara.

Baca juga: Hujan Ekstrem 187 Milimeter Guyur Aceh, BMKG: Bukan Akibat Siklon Arnab

“BMKG telah mengidentifikasi potensi pembentukan sirkulasi siklonik baru di sekitar Laut Andaman sebelah utara Aceh mulai 27 Oktober 2026. Berdasarkan pemodelan cuaca, peluang penguatan sistem tersebut masih rendah dalam 24 jam ke depan,” kata Andri, Selasa (27/10/2026).

Dalam dua hingga tiga hari ke depan, sirkulasi siklonik tersebut diperkirakan berpotensi berkembang dan bergerak ke arah barat-barat laut sehingga semakin menjauhi wilayah Indonesia.

Kendati demikian, sistem tersebut masih dapat mendukung pembentukan daerah konvergensi yang meningkatkan peluang hujan di sebagian Aceh dan Sumatra Utara.

Keberadaan sistem tersebut juga berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Aceh, Selat Malaka, dan Sumatra Utara. Pergerakan awan pada lapisan atas atmosfer diperkirakan bergerak dari barat laut menuju tenggara, sehingga awan yang telah terbentuk berpotensi bergerak ke wilayah Selat Malaka hingga Kepulauan Riau.

Setelah berkembang menjadi siklon tropis, sistem tersebut diperkirakan bergerak menuju Bangladesh. Namun, perkembangan dan pergerakannya tetap bergantung pada kondisi atmosfer serta hasil pemantauan cuaca berikutnya.

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *