Wednesday, 28 October 2026

Komparatif.ID

Situs Berita Aceh Inspirasi Indonesia

Ekonomi

OJK: Literasi Keuangan Syariah Aceh Tertinggi Nasional

OJK: Literasi Keuangan Syariah Aceh Tertinggi Nasional
Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Banda Aceh– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat indeks literasi keuangan syariah di Aceh menjadi yang tertinggi secara nasional pada 2026. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks literasi keuangan syariah Aceh mencapai 65,18 persen.

Capaian tersebut berada di atas indeks literasi keuangan syariah nasional yang tercatat sebesar 43,07 persen. Selain literasi, Aceh juga mencatat indeks inklusi keuangan syariah sebesar 72,76 persen, jauh di atas angka nasional yang berada pada 13,24 persen.

Kepala OJK Provinsi Aceh Daddi Peryoga mengatakan capaian tersebut menjadi modal penting untuk terus memperkuat ekosistem keuangan syariah di Aceh.

Menurutnya, tingginya literasi dan inklusi harus diikuti dengan pemanfaatan produk dan layanan keuangan secara tepat agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung kegiatan usaha produktif.

“Keberhasilan inklusi keuangan tidak hanya kita ukur dari luasnya akses, tetapi juga dari ketepatan pemanfaatan dan manfaat nyata yang masyarakat rasakan. Karena itu, OJK terus mendorong industri jasa keuangan untuk menghadirkan solusi keuangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi Aceh,” kata Daddi dalam pembukaan Syariah Financial Fair (SYAFIF) Goes to Aceh 2026, Jumat (9/10/2026).

SYAFIF Goes to Aceh 2026 digelar pada 9–11 Oktober 2026 di Pelataran Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Aceh 2026.

Baca juga: Bank Aceh Raih KEJAR Award OJK 2026, Jadi BPD Terbaik di Sumatera

Kegiatan itu dibuka oleh Pj Sekretaris Daerah Aceh Taufik yang mewakili Pemerintah Aceh. Ia mengajak masyarakat memanfaatkan kegiatan tersebut untuk meningkatkan pemahaman tentang produk dan layanan keuangan syariah, berkonsultasi dengan industri jasa keuangan, serta menjajaki peluang pengembangan usaha.

“Kita ingin ekonomi syariah tumbuh bukan hanya sebagai konsep, tetapi menjadi kekuatan nyata dalam membuka kesempatan usaha, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan, dan menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat Aceh,” ujar Taufik.

Kepala Direktorat Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah OJK Andi Muhammad Yusuf mengatakan capaian Aceh dalam SNLIK 2026 menjadi modal penting untuk mengembangkan ekosistem keuangan syariah yang semakin inklusif.

Menurutnya, Aceh tidak hanya diharapkan mampu mempertahankan posisi sebagai daerah dengan tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah tertinggi, tetapi juga menjadi contoh dalam pemanfaatan keuangan syariah untuk memperkuat ekonomi keluarga, mendukung usaha produktif, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“OJK mendorong Aceh tidak hanya menjadi provinsi dengan tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah tertinggi, tetapi juga menjadi percontohan nasional dalam pemanfaatan keuangan syariah untuk memperkuat ekonomi keluarga, mendukung usaha produktif, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Andi.

Penguatan ekosistem ekonomi syariah Aceh juga tercermin dari keberhasilan provinsi tersebut meraih sembilan penghargaan dalam Anugerah Adinata Syariah 2026.

OJK: Penyaluran KUR di Aceh Capai 1,98 T

Hingga semester I 2026, penyaluran KUR di Aceh tercatat mencapai Rp1,98 triliun kepada 17.267 debitur. Capaian tersebut menunjukkan peran pembiayaan dalam mendukung aktivitas usaha masyarakat sekaligus menjadi dasar untuk memperkuat akses pembiayaan produktif secara lebih merata.

Daddi mengatakan OJK ingin masyarakat tidak hanya mendapatkan informasi mengenai produk dan layanan keuangan syariah, tetapi juga dapat berkonsultasi langsung dengan pelaku usaha jasa keuangan untuk mengidentifikasi kebutuhan dan memperoleh solusi yang sesuai.

“Akses membuka kesempatan, solusi menciptakan manfaat, dan komitmen memastikan dampak. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan bahwa setiap perluasan akses keuangan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” kata Daddi.

Selama tiga hari penyelenggaraan SYAFIF Goes to Aceh, masyarakat dapat mengakses berbagai produk dan layanan keuangan syariah, termasuk pembukaan rekening dan kepesertaan asuransi. Kegiatan juga diisi konsultasi, gelar wicara, edukasi keuangan, bazar UMKM, stan edukasi OJK dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), perlombaan, hiburan, serta pembagian hadiah.

Menurut Daddi, kehadiran puluhan pelaku usaha jasa keuangan dalam kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat berbagai produk dan layanan keuangan syariah, mulai dari perbankan, pembiayaan hingga layanan keuangan lainnya.

Ia menilai penyelenggaraan kegiatan di ruang publik seperti Pelataran Masjid Raya Baiturrahman juga menjadi upaya untuk menghadirkan OJK dan industri jasa keuangan lebih dekat dengan masyarakat.

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *