Komparatif.ID, Jakarta— Penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) akibat dampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau diperpanjang hingga pukul 13.30 WIB, Minggu (6/9/2026). Sebelumnya, penutupan bandara tersebut dijadwalkan hanya sampai pukul 09.30 WIB.
Perpanjangan penutupan tersebut berdasarkan pengumuman resmi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan serta Notice to Airmen (NOTAM) nomor A3344/26 dan A3346/26.
Selain Soekarno-Hatta, sejumlah bandara lain juga masih mengalami penutupan sementara. Bandara Raden Inten di Lampung dan Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, ditutup hingga pukul 10.00 WIB. Sementara Bandara Budiarto Curug, Tangerang, juga ditutup hingga pukul 10.00 WIB.
Dampak penutupan Bandara Soekarno-Hatta turut dirasakan oleh ribuan penumpang. Berdasarkan data penerbangan pada periode 6 September 2026 pukul 01.30 WIB hingga 09.30 WIB, sebanyak 209 pergerakan pesawat yang terjadwal di Soetta dibatalkan atau cancel.
Baca juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi, Sejumlah Penerbangan CGK Terganggu
Dari jumlah tersebut, sebanyak 160 merupakan penerbangan domestik, 39 penerbangan internasional, dan 10 penerbangan kargo.
Asisten Deputy Communication & Legal KC Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan, mengatakan penutupan sementara dilakukan sebagai langkah mitigasi dengan mempertimbangkan keselamatan penerbangan.
“Penutupan sementara ini merupakan langkah mitigasi dengan mempertimbangkan aspek keselamatan penerbangan,” ujar Yudistiawan dalam keterangannya.
Untuk menangani penumpang yang terdampak, Bandara Soekarno-Hatta telah mengaktifkan Service Recovery Activation (SRA). Melalui layanan tersebut, bandara menyediakan makanan dan minuman ringan bagi penumpang yang terdampak penutupan.
Bandara juga menyiapkan bus di setiap terminal untuk mendukung mobilitas penumpang menuju hotel. Penyediaan transportasi tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan masing-masing maskapai.
