Komparatif.ID, Bireuen— Tim Verifikasi Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Bireuen meninjau Bendungan Paya Laot di Mukim Alue Rheng, Kecamatan Peudada, Jumat (4/9/2026). Peninjauan tersebut dilakukan untuk memverifikasi rencana kegiatan normalisasi sedimentasi bendung.
Perwakilan tim Distanbun Bireuen, Asnawi, mengatakan agenda utama dalam peninjauan tersebut adalah melakukan verifikasi terhadap rencana normalisasi sedimentasi Bendung Paya Laot. Sementara kebutuhan pembangunan lainnya akan disesuaikan setelah proses finalisasi kegiatan.
Selain normalisasi sedimentasi, di sekitar lokasi bendung juga direncanakan pemasangan tower pompa air tenaga surya. Pompa tersebut diproyeksikan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bagi petani sawah, terutama ketika pasokan air berkurang pada musim kemarau.
Menurut Asnawi, kondisi tersebut selama ini kerap menjadi persoalan bagi warga yang menggarap sawah. Petani dapat mengalami kerugian, baik ketika memasuki musim tanam maupun saat musim panen, akibat persoalan kebutuhan air.
“Pompa air tenaga surya direncanakan untuk mengantisipasi kebutuhan air saat musim kemarau, sehingga petani bisa menyuplai air saat dibutuhkan,” ujar Asnawi.
Keuchik Gampong Pulo Ara, Kecamatan Peudada, M. Amin, menyambut baik rencana tersebut. Ia menyebut program normalisasi dan dukungan pengairan melalui pompa tenaga surya merupakan harapan petani.
Terkait kebutuhan lahan untuk pelaksanaan kegiatan, M. Amin menyatakan pihaknya siap memfasilitasi agar proses pembangunan dapat berjalan sesuai dengan rencana.
Baca juga: Dinas Pendidikan Aceh Mediasi Protes Siswa SMAN 1 Peudada
Sementara itu, Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kecamatan Peudada, Taufik Wahyudi, mengapresiasi respons Distanbun Bireuen terhadap kebutuhan petani di wilayah tersebut.
Ia mengatakan manfaat bendung tersebut tidak hanya dirasakan oleh petani di Gampong Pulo Ara. Pengairannya juga mencakup lahan sawah milik warga di 18 gampong lainnya.
