BREAKING
Ekonomi

Ekspor Aceh Juni 2026 Melonjak 61 Persen, Tembus USD85,31 Juta

Ekspor Aceh Juni 2026 Melonjak 61 Persen, Tembus USD85,31 Juta
Ilustrasi. Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Banda Aceh– Nilai ekspor Aceh pada Juni 2026 tercatat sebesar USD85,31 juta, meningkat 61,31 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan tersebut turut mendorong neraca perdagangan luar negeri Aceh mencatat surplus sebesar USD59,27 juta.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh, Agus Andria, mengatakan surplus tersebut terjadi karena nilai ekspor jauh lebih besar dibandingkan nilai impor. Pada Juni 2026, nilai impor Aceh tercatat sebesar USD26,04 juta.

“Nilai ekspor Aceh pada Juni 2026 mencapai 85,31 juta USD, sedangkan nilai impor sebesar USD26,04 juta. Dengan kondisi tersebut, neraca perdagangan luar negeri Aceh mengalami surplus sebesar 59,27 juta USD,” kata Agus saat menyampaikan Berita Resmi Statistik Provinsi Aceh, Senin (3/8/2026).

Selain mengalami peningkatan dibandingkan Mei 2026, nilai ekspor Aceh pada Juni 2026 juga tumbuh 75,12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Agus menjelaskan, komoditas ekspor Aceh masih didominasi batubara dengan nilai USD52,10 juta. Komoditas tersebut memberikan kontribusi sebesar 61,08 persen terhadap total ekspor Aceh pada Juni 2026.

Baca juga: Ekspor Batubara Aceh Tembus 5,38 Juta Ton dalam Lima Bulan

Selain batubara, komoditas yang turut menopang ekspor Aceh adalah kopi dan rempah-rempah, serta lemak dan minyak hewan atau nabati atau crude palm oil (CPO).

Dari sisi negara tujuan, India menjadi pasar ekspor terbesar Aceh pada Juni 2026 dengan nilai USD47,83 juta atau sekitar 56,07 persen dari total ekspor.

“Komoditas yang diekspor ke negara tersebut didominasi batubara, CPO, dan berbagai produk kimia. Posisi berikutnya ditempati Tiongkok dengan nilai USD14,29 juta, disusul Amerika Serikat sebesar USD12,33 juta, yang didominasi ekspor kopi dan rempah-rempah,” sebut Agus.

Berdasarkan jalur pengiriman, ekspor komoditas asal Aceh yang dikirim melalui pelabuhan di wilayah Aceh mencapai USD64,31 juta atau 75,39 persen dari total ekspor. Sementara itu, sebagian lainnya dikirim melalui pelabuhan di provinsi lain.

Sumatera Utara menjadi provinsi tujuan pelabuhan terbesar untuk pengiriman komoditas ekspor asal Aceh melalui luar wilayah Aceh, dengan nilai mencapai USD20,87 juta.

Sementara itu, dari sisi impor, komoditas yang paling banyak didatangkan ke Aceh pada Juni 2026 adalah gas propana/butana. Nilai impor komoditas tersebut mencapai USD21,63 juta atau sekitar 83,06 persen dari total impor Aceh.

Amerika Serikat menjadi negara asal impor terbesar Aceh pada periode tersebut. Selanjutnya, Jepang menjadi salah satu negara asal impor dengan komoditas bahan kimia anorganik senilai USD4,02 juta.

Adapun impor dari India tercatat sebesar USD0,39 juta, yang didominasi komoditas garam, belerang, dan kapur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *