
Komparatif.ID,Dallas– Penalti Oyarzabal di menit 24 berhasil membobol gawang Prancis yang dijaga oleh kiper Mike Maignan. Sang kiper mampu membaca arah bola, tapi penalti Oyarzabal melaju sangat kencang.
Laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis versus Spanyol di AT&T Stadium (Dallas Stadium) kota Arlington, Texas, Amerika Serikat, Rabu, 15 Juli 2026, pukul 02.00 WIB, berlangsung ketat.
Laga yang sudah diprediksi bakal berjalan sengit sejak menit pertama ini langsung menyuguhkan intensitas permainan yang sangat tinggi. Namun, momen paling krusial yang mengubah papan skor terjadi pada menit ke-24, ketika gawang Prancis yang dikawal ketat oleh Mike Maignan akhirnya bobol melalui eksekusi penalti dingin dari penyerang Spanyol, Mikel Oyarzabal.
Baca: Wayne Rooney Jagokan Argentina, Inggris Diwanti-wanti
Gol ini menjadi pembeda sekaligus tamparan keras bagi lini pertahanan Les Bleus yang terkenal sangat disiplin sepanjang turnamen.
Sejak peluit babak pertama dibunyikan oleh wasit, Spanyol langsung mengambil inisiatif serangan. Mengandalkan filosofi penguasaan bola dinamis yang menjadi ciri khas mereka, lini tengah La Roja yang dimotori oleh para gelandang kreatifnya mencoba membongkar rapatnya barisan pertahanan Prancis.
Aliran bola mengalir rapi dari kaki ke kaki, memaksa para pemain Prancis untuk bermain lebih turun ke dalam area pertahanan mereka sendiri. Di sisi lain, Prancis yang diasuh dengan strategi pragmatis memilih untuk bermain lebih sabar dan menunggu.
Mereka sengaja membiarkan Spanyol menguasai jalannya laga di area tengah, sambil bersiap melancarkan transisi serangan balik cepat yang mematikan lewat kecepatan luar biasa dari seorang Kylian Mbappé di sisi sayap.
Memasuki menit ke-15, Spanyol mulai meningkatkan intensitas tekanan mereka secara signifikan. Operan-operan pendek satu-dua sentuhan yang mereka peragakan di sepertiga akhir lapangan mulai memaksa barisan belakang Prancis bekerja ekstra keras.
Tekanan konstan ini memaksa para gelandang bertahan Prancis melakukan beberapa pelanggaran taktis di area yang cukup berbahaya. Prancis sempat mencuri peluang emas lewat skema serangan balik cepat yang diinisiasi oleh lini tengah mereka, namun benteng pertahanan Spanyol tampil sangat sigap dan disiplin untuk memotong aliran bola sebelum berhasil mencapai kotak penalti.
Ketegangan di dalam stadion semakin memuncak seiring kedua tim saling jual beli serangan, meski Spanyol tampak jauh lebih dominan dalam mengatur tempo permainan.
Petaka bagi tim nasional Prancis akhirnya benar-benar datang pada menit ke-22. Berawal dari sebuah skema serangan terstruktur yang dibangun rapi dari sisi kanan lapangan, Spanyol berhasil mengirimkan umpan silang menukik yang sangat tajam langsung ke jantung pertahanan Prancis. Dalam situasi kemelut dan tekanan tinggi tersebut, koordinasi yang buruk di lini belakang Prancis memaksa salah seorang pemain bertahan mereka melakukan kesalahan fatal.
Sebuah benturan keras terjadi saat pemain bertahan Prancis menjatuhkan pemain ofensif Spanyol di area terlarang. Wasit yang berada sangat dekat dengan posisi kejadian tanpa ragu sedikit pun langsung meniup peluit panjang dan menunjuk titik putih, memberikan hadiah penalti yang sangat berharga bagi kubu Spanyol.
Mikel Oyarzabal kemudian maju sebagai eksekutor penalti dengan memikul beban harapan besar dari jutaan pendukung La Roja di seluruh dunia. Di hadapannya, Mike Maignan, penjaga gawang utama Prancis yang dikenal sangat tangguh dan ahli dalam menggagalkan tendangan penalti, mencoba melakukan perang urat syaraf untuk memecah konsentrasi sang penendang.
Namun, Oyarzabal menunjukkan mentalitas dan ketenangan yang sangat luar biasa. Setelah mengambil ancang-ancang yang cukup panjang, ia melepaskan sebuah tendangan kaki kiri yang sangat terukur ke arah kanan gawang. Maignan sebenarnya berhasil menebak arah bola dengan sangat tepat, namun laju bola yang dilepaskan Oyarzabal terlalu deras, tajam, dan akurat.
Lewat tendangan pelanti Oayarzabal, bola pun bersarang rendah di pojok kanan gawang Prancis, mengubah papan skor menjadi 1-0 untuk keunggulan Spanyol tepat pada menit ke-24.Gol pemecah kebuntuan tersebut langsung meledakkan gemuruh kegembiraan yang luar biasa dari tribun suporter Spanyol yang memadati stadion.
Setelah Penalti Oyarzabal, Pertandingan makin Seru
Tertinggal satu gol akibat penalti Oyarzabal pada menit ke-22 memaksa tim nasional Prancis mengubah total cetak biru permainan mereka. Skuad asuhan Didier Deschamps yang awalnya tampil pasif dan mengandalkan serangan balik, langsung menaikkan garis pertahanan dan tampil lebih agresif guna mengejar ketertinggalan.
Hanya tiga menit berselang pada menit ke-25, Bradley Barcola mengawali badai respons Les Bleus. Mengandalkan kecepatan murninya di sisi kiri, Barcola berhasil menusuk ke jantung pertahanan Spanyol.
Beruntung bagi La Roja, bek senior Aymeric Laporte tampil sigap memotong umpan silang berbahaya yang ditujukan kepada Kylian Mbappé.
Di tengah upaya keras menyamakan kedudukan, Prancis justru mendapat pukulan telak pada menit ke-29. Bek tengah andalan mereka, William Saliba, memberi isyarat ke bangku cadangan setelah mengalami masalah otot.
Kehilangan pilar utama di lini belakang, Deschamps terpaksa melakukan pergantian darurat dengan memasukkan bek muda Maxence Lacroix.Melihat Prancis yang mulai bermain terbuka, Spanyol dengan cerdik menurunkan tempo permainan. Memasuki menit ke-31, anak asuh Luis de la Fuente mulai memperagakan operan-operan pendek lambat guna meredam emosi para pemain Prancis.
Frustrasi akibat sulit merebut bola, laga sempat memanas hingga berbuah kartu kuning untuk bek Spanyol, Marc Cucurella, yang menghentikan paksa pergerakan Ousmane Dembélé.
Spanyol bahkan nyaris menggandakan keunggulan pada menit ke-36. Pergerakan magis Lamine Yamal di sayap kanan diakhiri dengan umpan tarik akurat ke arah Dani Olmo. Beruntung bagi Prancis, sepakan Olmo masih menyamping tipis dari gawang Mike Maignan.
Peluang Emas Mbappé Digagalkan Unai Simón
Prancis sejatinya memiliki peluang emas untuk menyamakan skor tepat empat menit sebelum waktu normal babak pertama usai. Melalui skema serangan balik cepat pada menit ke-41, Adrien Rabiot melepaskan umpan terobosan akurat yang membebaskan Kylian Mbappé dari jebakan offside Dani Carvajal.
Dalam situasi satu lawan satu (one-on-one) yang sangat krusial pada menit ke-42, kiper Spanyol Unai Simón menjadi pahlawan. Simón dengan berani keluar jauh dari sarangnya untuk menyapu bola tepat di kaki Mbappé sebelum kapten Prancis itu sempat melepaskan tembakan.
Hingga dua menit tambahan waktu babak pertama berakhir, papan skor di Stadion AT&T tetap tidak berubah. Prancis yang mencatatkan total 4 tembakan gagal menyarangkan satu pun tendangan tepat sasaran, sementara Spanyol sukses mengamankan keunggulan 1-0 menuju ruang ganti.












