
Komparatif.ID, Bireuen- Wakil Ketua DPR Aceh, Ir. H. Saifuddin Muhammad (Yah Fud), mengunjungi keluarga korban kebakaran rumah di Gampong Meunasah Baroh, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, pada Selasa, 14 Juli 2026. Dalam kunjungan tersebut, ia menemui Yusri beserta keluarganya yang kehilangan tempat tinggal akibat musibah kebakaran yang terjadi beberapa hari sebelumnya.
Yah Fud berharap berbagai bantuan yang telah disalurkan bisa membantu meringankan beban keluarga korban setelah kehilangan rumah beserta harta benda.
Selain memberikan dukungan moril, Yah Fud juga berharap Baitul Mal Bireuen dapat memprioritaskan pembangunan rumah baru bagi keluarga tersebut apabila tidak bertentangan dengan ketentuan dan aturan yang berlaku. Menurutnya, percepatan pembangunan rumah sangat dibutuhkan agar korban dapat segera memiliki tempat tinggal yang layak.
Keuchik Gampong Meunasah Baroh, Abu Masrur, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wakil Ketua DPR Aceh tersebut. Ia berharap perhatian terhadap keluarga korban terus dikawal sehingga mereka tidak larut dalam kesedihan akibat musibah yang menimpa.
Abu Masrur juga mengucapkan terima kasih kepada PMI Bireuen, personel Polsek Peudada, serta petugas Pemadam Kebakaran Bireuen yang telah membantu warga saat musibah terjadi sesuai dengan kapasitas masing-masing.
“Saya berharap instansi terkait segera memprioritaskan pembangunan rumah baru untuk warga saya. Mereka masyarakat miskin,” ujar Abu Masrur.
Sementara itu, Sekretaris Baitul Mal Bireuen, Tgk. Zubir Putra, S.E., M.M., menjelaskan pihaknya akan menindaklanjuti informasi yang disampaikan Ir. H. Saifuddin melalui mekanisme APBK Perubahan 2026.
Ia mengatakan, pada APBK Murni 2026 telah dianggarkan pembangunan 10 unit rumah bagi korban kebakaran dan seluruh kuota tersebut telah terserap. Proses pembangunan rumah-rumah tersebut dijadwalkan mulai dilaksanakan pada Agustus 2026.
Baca juga: Harga Beras Meroket, Yah Fud Desak Pemerintah Aceh Bertindak Cepat
Menurut Zubir, keluarga korban kebakaran di Gampong Meunasah Baroh akan menjadi salah satu prioritas dalam pembahasan APBK Perubahan 2026.
“Akan kita tindak lanjuti di perubahan, karena kuota untuk kebakaran sudah terserap semua, yaitu 10 unit di APBK Murni, dan akan segera dibangun bulan Agustus. Untuk yang di Peudada ini akan kami prioritaskan di perubahan,” jelas Tgk. Zubir Putra melalui pesan WhatsApp.
Musibah kebakaran tersebut terjadi pada Minggu, 12 Juli 2026, sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, Musliati, istri Yusri, sedang menyiapkan makan siang untuk keluarganya. Setelah memasak, ia berangkat ke Dayah Nurul Islam untuk mengantarkan makanan kepada putranya, Muhaikal. Sebelum meninggalkan rumah, ia merasa kompor telah dimatikan.
Di tengah perjalanan, makanan tersebut kemudian dititipkan kepada warga lain. Musliati tidak langsung kembali ke rumah karena sempat berbincang dengan beberapa warga selama beberapa menit.
Ketika hendak pulang, sebelum tiba di rumah, ia mendengar teriakan warga yang memberitahukan telah terjadi kebakaran. Musliati hanya bisa menyaksikan kobaran api melahap rumahnya dalam kondisi syok. Sepeda motor milik keluarga itu juga ikut terbakar. Seluruh harta benda di dalam rumah tidak dapat diselamatkan sehingga yang tersisa hanya pakaian yang melekat di badan masing-masing anggota keluarga.
Musibah tersebut juga terjadi menjelang dimulainya tahun ajaran baru. Putra sulung mereka, Hafiz Al-Haqi, pada Senin, 13 Juli 2026, mulai memasuki kelas III SMA. Sementara adiknya, Muhaikal, saat ini tercatat sebagai siswa MTs Pesantren Nurul Islam di Gampong Pulo, Kecamatan Peudada.












