Home News Daerah DPRK Banda Aceh Soroti Kabel Berbahaya Usai Tragedi Maut di Terminal Lueng...

DPRK Banda Aceh Soroti Kabel Berbahaya Usai Tragedi Maut di Terminal Lueng Bata

DPRK Banda Aceh Soroti Kabel Berbahaya Usai Tragedi Maut di Terminal Lueng Bata Komparatif.ID, Banda Aceh– Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad, mendesak PT PLN (Persero) untuk melakukan audit menyeluruh terhadap jaringan listrik yang berpotensi membahayakan masyarakat setelah seorang warga meninggal dunia akibat diduga tersengat aliran listrik dari kabel telanjang di sekitar tiang baliho di depan Terminal Lueng Bata, Kota Banda Aceh. Peristiwa yang terjadi pada Minggu (14/6/2026) itu, menurut Tuanku Muhammad, harus menjadi perhatian serius agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Ia menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah yang menimpa korban dan berharap keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama bagi seluruh pihak terkait.
Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad. Foto: HO for Komparatif.ID

Komparatif.ID, Banda Aceh– Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad, mendesak PT PLN (Persero) untuk melakukan audit menyeluruh terhadap jaringan listrik yang berpotensi membahayakan masyarakat setelah seorang warga meninggal dunia akibat diduga tersengat aliran listrik dari kabel telanjang di sekitar tiang baliho di depan Terminal Lueng Bata, Kota Banda Aceh.

Peristiwa yang terjadi pada Minggu (14/6/2026) itu, menurut Tuanku Muhammad, harus menjadi perhatian serius agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Ia menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah yang menimpa korban dan berharap keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama bagi seluruh pihak terkait.

“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya warga dalam musibah ini. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Karena itu, kami meminta PLN untuk bertanggung jawab dan memberikan penjelasan secara terbuka terkait penyebab kejadian tersebut,” ujar Tuanku Muhammad.

Ia menegaskan, apabila hasil pemeriksaan nantinya menunjukkan adanya kabel listrik terbuka atau jaringan yang tidak memenuhi standar keselamatan, maka kondisi tersebut merupakan persoalan serius yang harus segera dievaluasi dan diperbaiki.

Menurutnya, keberadaan kabel telanjang yang dapat diakses masyarakat atau bersentuhan dengan fasilitas publik seperti tiang baliho, papan reklame, maupun sarana umum lainnya memiliki potensi membahayakan dan dapat menyebabkan korban jiwa.

Baca juga: Ketua DPRK Banda Aceh Dukung Usulan Komisi II DPR RI soal Status dan Gaji PPPK

Karena itu, Tuanku Muhammad meminta PLN bersama instansi terkait melakukan investigasi secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti dari peristiwa tersebut. Ia menekankan pentingnya transparansi dalam proses penanganan kasus agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai hasil penyelidikan.

“Kami meminta PLN bersama instansi terkait untuk melakukan investigasi menyeluruh guna mengetahui penyebab pasti kejadian ini. Jangan sampai ada kelalaian yang mengancam keselamatan warga. Hasil investigasi harus disampaikan secara transparan kepada publik,” katanya.

Selain investigasi, ia juga meminta dilakukan audit serta pemeriksaan terhadap seluruh jaringan listrik yang berada di kawasan publik. Pemeriksaan tersebut, menurutnya, perlu difokuskan pada lokasi-lokasi yang berdekatan dengan baliho, reklame, fasilitas umum, pasar, sekolah, serta tempat-tempat yang ramai dikunjungi masyarakat.

“Ini harus menjadi momentum evaluasi bersama. Jangan menunggu jatuh korban berikutnya. Seluruh jaringan yang berpotensi membahayakan masyarakat harus segera diperbaiki dan diamankan,” tegasnya.

Sebagai Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh yang membidangi infrastruktur dan pelayanan publik, Tuanku Muhammad menyatakan akan mendorong koordinasi dengan berbagai pihak terkait guna memastikan adanya langkah konkret dalam meningkatkan aspek keselamatan kelistrikan di Kota Banda Aceh.

Ia juga menyampaikan harapan agar keluarga korban diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut. Menurutnya, peristiwa ini harus menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk memperkuat pengawasan dan memastikan standar keselamatan jaringan listrik di ruang publik benar-benar diterapkan.

“Kami berharap keluarga korban diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah ini. Ke depan, kami ingin ada komitmen yang lebih kuat dari semua pihak agar keselamatan masyarakat benar-benar menjadi prioritas utama,” pungkasnya.

Previous articleMarak Rokok Ilegal, Legislator PAN Minta Pabrik Diberi Ruang Produksi Rokok Murah
Next articleMessi Hattrick, Prancis dan Norwegia Tancap Gas di Piala Dunia 2026

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here