Home News Daerah Terdata Desil 8, Bupati Bireuen Fasilitasi Pengobatan Balita Korban Kecelakaan Keluarga Miskin

Terdata Desil 8, Bupati Bireuen Fasilitasi Pengobatan Balita Korban Kecelakaan Keluarga Miskin

Terdata Desil 8, Bupati Bireuen Fasilitasi Pengobatan Balita Korban Kecelakaan Keluarga Miskin
Muhammad Fahreza bersama ibunya Fitriani tiba di RSUD dr. Fauziah Bireuen. Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Banda Aceh— Kabar tentang dua pasien korban kecelakaan tunggal yang tidak sanggup membiayai pengobatan akibat terdata desil 8 usai penyesuaian JKA akhirnya sampai kepada Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Mukhlis memfasilitasi pemeriksaan kesehatan Muhammad Fahreza, balita berusia dua tahun, bersama ibunya Fitriani (37), Rabu (13/05/2026).

Bupati Mukhlis langsung mengirimkan Ambulans Mukhlis Takabeya ke rumah Fitriani di Dusun Tgk. di Kareung, Gampong Cot Keutapang, Kecamatan Jeumpa, untuk dirujuk ke RSUD dr Fauziah Bireuen.

Sebelumnya, Fitriani mengaku sempat sungkan untuk kembali berobat ke rumah sakit karena pernah mengalami pengalaman kurang menyenangkan di salah satu rumah sakit. Namun, dengan pendampingan Bidan Desa Cot Tarom Tunong, Surniati Amd.Keb, ibu tiga anak tersebut akhirnya bersedia ikut menjalani pemeriksaan kesehatan.

“Sesuai kewenangan saya, bidan desa tidak bisa melakukan pekerjaan perawat, namun telah juga saya fasilitasi penanganan sebelumnya,” kata Surniati.

Di rumah sakit, Fitriani menjelaskan kepada petugas kondisi kesehatan anaknya sudah jauh lebih baik dibanding sebelumnya.

Karena itu, ia bersama suaminya, Fakhrurazi, memutuskan untuk tidak lagi melakukan operasi pemulihan bibir terhadap anak bungsu mereka.

Menurut Fitriani, saat ini yang paling dibutuhkan keluarganya adalah perubahan desil ke peringkat yang sesuai dengan kondisi ekonomi mereka agar dapat menerima pelayanan kesehatan seperti masyarakat lainnya.

Ia berharap persoalan pendataan desil tidak lagi dialami warga miskin lain hingga harus pulang dari rumah sakit karena tidak mampu membayar biaya pengobatan.

“Atas bantuan Bupati saya mengucapkan terima kasih, begitu juga ibu bidan Surniati yang sigap membantu kami, baik pada hari kejadian hingga hari ini,” ujar Fitriani.

Baca juga: Terdata Desil 8, Balita Keluarga Miskin Korban Kecelakaan Pilih Berobat ke Polindes

Sebelumnya, Muhammad Fahreza dan ibunya, Fitriani, mengalami kecelakaan tunggal pada Minggu (10/05/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.

Kecelakaan terjadi di depan Kantor Samsat Blang Bladeh, Kecamatan Jeumpa, di jalan negara Banda Aceh-Medan. Dalam kejadian itu, Muhammad Fahreza mengalami pecah bibir setelah terbentur body stang sepeda motor Honda Vario Techno, sementara ibunya mengalami nyeri di sekujur tubuh setelah terperosok ke saluran di pinggir jalan.

Keduanya kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Malahayati untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, menurut Fitriani, petugas rumah sakit menyampaikan mereka masuk kelompok desil delapan sehingga harus mengeluarkan biaya hingga jutaan rupiah untuk operasi.

Karena tidak sanggup membayar biaya tersebut, Fitriani akhirnya membawa anaknya berobat ke Polindes Gampong Cot Tarom Tunong untuk mendapatkan penanganan dari bidan desa sesuai kewenangan yang ada.

Fitriani mengatakan sejak Minggu hingga Senin anaknya tidak dapat mengonsumsi makanan apa pun akibat luka di bagian bibir. Anaknya baru bisa makan nasi putih pada Selasa malam setelah pembengkakan mulai berkurang.

Selain kondisi anaknya, Fitriani juga mengaku masih merasakan sakit di beberapa bagian tubuh akibat kecelakaan tersebut. Bahkan, ia mendatangi dukun patah di gampongnya untuk mengurut bagian punggung yang terasa sakit.

Meski sempat disarankan menjalani pemeriksaan rontgen untuk memastikan kondisi tulangnya, Fitriani menolak karena tidak memiliki biaya pemeriksaan.

Sementara itu, suaminya, Fakhrurazi (40), bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan tidak menentu. Dalam sehari bekerja memotong rumput, ia terkadang hanya memperoleh upah antara Rp30 ribu hingga Rp100 ribu.

Previous articleFIFA Gagal “Peras” India dan Cina Beli Hak Siar Piala Dunia 2026

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here