Home News Daerah TIMPORA Bireuen Bahas Pemetaan Wilayah Rawan dan Aktivitas WNA

TIMPORA Bireuen Bahas Pemetaan Wilayah Rawan dan Aktivitas WNA

TIMPORA Bireuen Bahas Pemetaan Wilayah Rawan dan Aktivitas Orang Asing
Kantor Imigrasi Kelas II TPI Lhokseumawe gelar rapat TIMPORA di Bireuen, Kamis (16/4/2026). Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Bireuen— Rapat Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) di Kabupaten Bireuen membahas pemetaan wilayah rawan serta identifikasi aktivitas orang asing sebagai langkah awal memperkuat pengawasan.

Kegiatan yang digelar oleh Kantor Imigrasi Kelas II TPI Lhokseumawe ini berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur terkait di Aula Hotel Djarwal pada Kamis (16/4/2026).

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Lhokseumawe, Azhan Miraza, yang juga bertindak selaku Ketua Panitia TIMPORA, menyampaikan keberadaan TIMPORA memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ia menegaskan pengawasan terhadap orang asing tidak hanya menjadi tanggung jawab pihak imigrasi semata, melainkan membutuhkan dukungan aktif dari seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, sinergi antarinstansi menjadi kunci dalam memastikan pengawasan berjalan optimal. Melalui forum TIMPORA, berbagai informasi terkait data dan aktivitas orang asing dapat dibagikan secara terbuka, sekaligus menjadi ruang pembahasan isu-isu aktual yang berpotensi menimbulkan kerawanan di daerah.

Baca juga: Inovasi Sakeladera Antar Solusi Bangun Andalas Raih PROPER Hijau 2025

Rapat tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkuat koordinasi dan integrasi antaranggota tim, sehingga pengawasan terhadap orang asing dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkelanjutan.

Dengan adanya pertukaran informasi yang intensif, diharapkan setiap potensi pelanggaran dapat diantisipasi lebih dini.

Pemerintah Kabupaten Bireuen menyambut baik pelaksanaan rapat TIMPORA ini. Mewakili Sekretaris Daerah Kabupaten Bireuen, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Bireuen, Mawardi, S.STP., M.Si, menekankan efektivitas TIMPORA sangat ditentukan oleh komitmen dan keseriusan bersama.

Ia mengingatkan agar forum ini tidak sekadar menjadi rutinitas administratif, tetapi mampu menghasilkan langkah-langkah konkret yang dapat ditindaklanjuti di lapangan.

Beberapa hal yang ditekankan antara lain pentingnya pemetaan wilayah rawan, identifikasi aktivitas orang asing, serta penguatan langkah pengawasan yang terukur.

Mawardi juga menegaskan Pemkab Bireuen ingin memastikan setiap orang asing yang berada di wilayah Kabupaten Bireuen benar-benar terdata, terpantau, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dengan demikian, keberadaan orang asing diharapkan tidak menimbulkan gangguan terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat setempat.

Hadir dalam kegiatan ini Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Lhokseumawe beserta jajaran, unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, TNI dan Polri, organisasi perangkat daerah terkait, para camat, serta seluruh anggota TIMPORA Kabupaten Bireuen.

Previous articleInovasi Sakeladera Antar Solusi Bangun Andalas Raih PROPER Hijau 2025
Next articleOrang Dungan, Suku Hui yang Hijrah ke Asia Tengah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here