
Komparatif.ID, Bireuen— Pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Bireuen mulai berjalan. Program ini dilaksanakan secara bertahap oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pihak swasta yang telah menyatakan komitmennya membantu pemulihan pascabencana.
Sejumlah titik pembangunan telah dimulai, di antaranya di Kecamatan Jangka, Peusangan, dan Juli.
Juru Bicara Pemkab Bireuen, Muhajir Juli, mengatakan BNPB saat ini tengah membangun huntap di beberapa titik, di antaranya Desa Kuala Ceurape, Bugeng, dan Alue Bayeu Utang di Kecamatan Jangka.
“Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pihak swasta mulai membangun hunian tetap (huntap) di sejumlah desa terdampak bencana di Bireuen,” terangnya, Rabu (15/4/2026).
Selain itu, pembangunan juga berlangsung di Desa Kapa, Kecamatan Peusangan, serta di Desa Balee Panah dan Paya Cut di Kecamatan Juli.
Hingga Minggu, 12 April 2026, di Desa Kuala Ceurape telah dimulai pembangunan sebanyak 20 unit huntap. Progres pekerjaan di lokasi tersebut bervariasi, mulai dari pemasangan hebel, plesteran, hingga pekerjaan pondasi dan penempatan material di lokasi.
Di Desa Bugeng, sebanyak 10 unit juga sedang dikerjakan dengan kondisi progres yang beragam. Sementara itu, satu unit di Alue Bayeu Utang masih dalam tahap penempatan material.
Di Desa Balee Panah, sebanyak 17 unit hunian tetap tengah dibangun dengan perkembangan yang berbeda-beda, seperti pemasangan hebel dan kusen, pembangunan pondasi, pemasangan bouwplank, serta penempatan material. Selain itu, tiga unit rumah contoh telah dibangun lebih awal pada Maret 2026.
Untuk hunian relokasi milik warga Kuala Ceurape yang dibangun di Desa Alue Kuta, saat ini dua unit sudah memasuki tahap penempatan material. Kondisi serupa juga terjadi pada lima unit hunian di Desa Kapa, Kecamatan Peusangan, di mana material pembangunan telah tersedia di lokasi.
Selain oleh BNPB, pembangunan hunian tetap juga dilakukan oleh pihak swasta. Donasi dari PT Blang Keutumba milik H. Subarni A. Gani mencakup pembangunan 60 unit hunian tetap yang tersebar di sejumlah desa.
Baca juga: Pembangunan Jembatan Wih Porak Dikebut, Kaposwil Pastikan Selesai Sesuai Target
Rinciannya meliputi masing-masing 10 unit di Balee Panah, Teupin Mane, dan Simpang Jaya di Kecamatan Juli, serta 10 unit di Alue Limeng dan 10 unit di Salah Sirong. Namun, pembangunan di Salah Sirong belum dapat dimulai karena kendala pengiriman material.
Pembangunan juga dilakukan di Desa Kubu dan Pante Karya di Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, dengan progres yang bervariasi, mulai dari tahap awal hingga mencapai sekitar 50 persen.
Sementara itu, pembangunan 45 unit hunian tetap di Desa Alue Kuta yang dikerjakan oleh DT Peduli telah memasuki tahap pemasangan bouwplank sejak Senin, 13 April 2026.
Adapun PT Takabeya Perkasa Group turut membangun tujuh unit hunian di Kecamatan Gandapura, dengan lima unit telah memasuki tahap pemasangan dinding dan dua unit lainnya selesai pemasangan bouwplank.
“PT Takabeya Perkasa Group membangun tujuh unit huntap di Kecamatan Gandapura. Satu unit di Blang Guron, satu unit di Cot Tufah, satu unit di Cubo, satu unit di Teupin Siron, dan tiga unit di Samuti Aman. Lima unit sudah tahap pemasangan dinding, dan dua sudah selesai pemasangan boplang,” lanjutnya.
Secara keseluruhan, jumlah hunian tetap yang telah mulai dan sedang dalam proses pembangunan di Kabupaten Bireuen mencapai 152 unit.
“Mudah-mudahan pembangunan huntap tahap I dapat berjalan lancar, sehingga penyintas bencana yang rumahnya telah mendapatkan status rusak berat/hilang berdasarkan hasil verifikasi Tahap I oleh BNPB, secepatnya dapat menghuni rumahnya,” imbuhnya.












