Home News Daerah Pembersihan Lumpur di Aceh Capai 92 Persen

Pembersihan Lumpur di Aceh Capai 92 Persen

Pembersihan Lumpur di Aceh Capai 92 Persen
Penanganan lumpur pascabanjir Aceh masih berjalan, Kaposwil Aceh Satgas PRR Safrizal ZA menjelaskan dari 519 lokasi tersisa 39 lokasi yang belum selesai dan masih tahap on going. Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Banda Aceh— Pembersihan lumpur pascabanjir di Aceh telah mencapai 92 persen dari total lokasi terdampak yang menjadi sasaran penanganan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR). Dari 519 titik yang ditangani, sebanyak 480 lokasi dinyatakan selesai dibersihkan, sementara sisanya masih dalam proses pengerjaan.

Kepala Pos Komando Wilayah Aceh Satgas PRR, Safrizal ZA, menegaskan capaian tersebut menunjukkan pemerintah tetap bekerja intensif di lapangan. Ia membantah anggapan yang berkembang di media sosial bahwa pemerintah menyerah dalam menangani dampak lumpur pascabanjir.

Menurut Safrizal, lokasi yang belum tuntas umumnya berada di kawasan permukiman padat dan saluran drainase sempit sehingga membutuhkan penanganan manual secara teliti. Pemerintah, kata dia, juga terus memperkuat dukungan personel dan melibatkan masyarakat melalui program padat karya untuk mempercepat proses pembersihan.

“Kami perlu tegaskan, bagi kami berat itu bermakna kita harus kerja keras dan tidak pernah menyerah. Semua ini tidak bisa dilakukan secara instan. Jadi semangatnya adalah semangat positif untuk menuntaskan tanggung jawab, bukan bermakna menyerah. Berat itu adalah realita medan yang sedang kami taklukkan bersama,” ujar Safrizal di Banda Aceh, Jumat (10/4/2026).

Berdasarkan data operasional Satgas, dari total 519 lokasi yang menjadi sasaran di Aceh, sebanyak 480 lokasi telah berhasil dibersihkan sepenuhnya.

Sementara itu, sisa 39 lokasi lainnya saat ini dalam status on-going atau sedang terus dikerjakan. Lokasi sisa ini merupakan area pemukiman padat dan drainase sempit yang memerlukan penanganan manual yang teliti.

Foto: Dok. Satgas PRR.

Guna mempercepat proses tersebut, dukungan personel terus dioptimalkan di titik-titik krusial. Di wilayah Aceh Tamiang, Satgas telah mengerahkan personel Praja IPDN untuk membantu percepatan pembersihan fasilitas publik dan lingkungan warga agar segera layak digunakan kembali.

Baca juga: Pemulihan Aceh Dikebut, Safrizal: Progres Terus Bergerak Meski Dinamis

Selain pengerahan personel kedinasan, Safrizal juga memaparkan keberlanjutan program Cash for Work (Padat Karya) Tahap II yang melibatkan partisipasi langsung masyarakat terdampak. Di Pidie Jaya, tepatnya di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua, program ini sedang berjalan aktif dengan melibatkan total 392 peserta.

“Kekuatan di Pidie Jaya terdiri dari 300 warga lokal, 80 personel Satpol PP dan BPBD, serta didampingi 12 personel TNI/Polri. Pelaksanaan gelombang pertama sudah berjalan pada 6-8 April, dan akan dilanjutkan kembali pada 14-17 April mendatang. Ini adalah bukti bahwa pemerintah dan masyarakat bahu-membahu di lapangan,” jelasnya.

Safrizal meminta masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh potongan informasi yang tidak utuh di media sosial. Ia memastikan bahwa seluruh infrastruktur vital dan jalan nasional (Tahap I) sudah tuntas 100 persen sejak Januari lalu, dan kini Satgas fokus menuntaskan pembersihan lingkungan pemukiman.

“Data adalah fakta. Kami tidak akan berhenti sampai lokasi terakhir benar-benar tuntas. Kami mengajak masyarakat untuk tetap optimis menyongsong tahap rehabilitasi dan rekonstruksi selanjutnya,” tutup Safrizal.

Previous articleDanantara Bentuk Denera, Anak Usaha Baru Ubah Sampah Jadi Listrik
Next articleTekuk Vietnam 3-2, Indonesia Melaju ke Final AFF Futsal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here