Komparatif.ID, Bireuen– Lahan pertanian yang terdampak banjir di Kabupaten Bireuen mulai mendapat perhatian melalui penyaluran Pembenah Tanah Organik Cair (PTOC) dari PT Bio Energi Rimba Raya Medan.
Bantuan tersebut disalurkan Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bireuen kepada Kelompok Tani Kubu Jaya di Desa Kubu, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng.
Penyaluran PTOC tersebut difokuskan untuk lahan demplot atau lahan percontohan milik kelompok tani binaan Tani Merdeka Indonesia. Program ini dilakukan sebagai salah satu upaya membantu pemulihan kondisi tanah setelah terdampak banjir yang menyebabkan sejumlah lahan pertanian mengalami kerusakan dan penurunan produktivitas.
Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Aceh, Cut Muhammad, mengatakan kolaborasi dengan PT Bio Energi Rimba Raya diharapkan memberikan manfaat bagi petani, khususnya dalam menghadapi persoalan lahan pertanian pascabanjir.
“Kolaborasi Tani Merdeka Indonesia dengan PT Bio Energi Rimba Raya sangat bermanfaat untuk petani. Ini bukan sekadar kerja sama biasa, ini menjadi kerja sama yang diharapkan oleh petani khususnya Aceh,” ujar Cut Muhammad, Kamis (21/10/2026).
Menurutnya, dukungan terhadap petani tidak hanya diperlukan dalam bentuk bantuan produksi, tetapi juga pemulihan lahan yang menjadi bagian penting dalam keberlanjutan usaha pertanian.
Baca juga: Tani Merdeka Indonesia Harus Hadir untuk Petani
Kondisi tanah yang terdampak banjir membutuhkan perhatian agar dapat kembali dimanfaatkan untuk kegiatan bercocok tanam.
Ketua DPD Tani Merdeka Bireuen, Azhari yang akrab disapa Datok, mengatakan petani binaan menyambut baik bantuan yang disalurkan melalui kerja sama tersebut. Menurutnya, antusiasme petani cukup tinggi setiap kali terdapat penyaluran bantuan dari PT Bio Energi Rimba Raya Medan.
“Petani Bireuen khususnya kelompok tani binaan Tani Merdeka selalu menyambut baik setiap kami menyalurkan bantuan dari PT Bio Energi Rimba Raya Medan,” kata Datok.
Sementara itu, Sekretaris DPD Tani Merdeka Bireuen, Asnawi, menjelaskan penggunaan PTOC menjadi salah satu perhatian dalam upaya pemulihan lahan pertanian yang terdampak banjir.
Menurut Asnawi, banjir yang melanda sejumlah wilayah membuat kondisi tanah pada lahan pertanian mengalami perubahan sehingga membutuhkan penanganan sebelum kembali digunakan untuk bercocok tanam.
“Pasca banjir kemarin banyak tanah yang perlu penanganan atau perbaikan untuk dapat kembali ditanam oleh petani, PTOC ini sangat efektif dan kita harap ini menjadi solusi jangka panjang untuk petani binaan kita,” ungkap Asnawi.
PTOC tersebut digunakan pada lahan demplot Kelompok Tani Kubu Jaya sebagai bagian dari upaya pembenahan tanah. Program percontohan ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai pemanfaatan pembenah tanah organik dalam proses pemulihan lahan yang terdampak banjir.
Lahan yang sebelumnya mengalami kondisi keras, asam, dan kehilangan unsur hara akibat terendam lumpur banjir diharapkan dapat berangsur kembali gembur dan mendukung pertumbuhan tanaman.
Melalui pemanfaatan PTOC pada lahan demplot, diharapkan kondisi tanah dapat diperbaiki sehingga petani memiliki lahan yang lebih siap untuk kembali ditanami.




