Komparatif.ID, New York— Mantan Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, ditunjuk sebagai anggota Governing Board Yayasan Gates atau Gates Foundation.
Pendiri Gates Foundation, Bill Gates, mengatakan keputusan merekrut Sri Mulyani didasarkan pada rekam jejaknya yang panjang di bidang ekonomi serta pembangunan global.
Pengalaman Sri Mulyani yang pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan di bawah tiga presiden Indonesia dinilai memberikan perspektif penting dalam memahami tantangan fiskal, kebijakan publik, dan pembangunan berkelanjutan di berbagai negara.
Hal senada disampaikan CEO Gates Foundation, Mark Suzman. Menurutnya, Sri Mulyani dikenal sebagai sosok yang memiliki keahlian dalam menjalankan reformasi lembaga keuangan serta mengadvokasi kebijakan berbasis pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Latar belakangnya sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia turut memperkuat kapasitasnya dalam membentuk hasil ekonomi yang lebih adil, yang dianggap selaras dengan tujuan jangka panjang yayasan.
Dalam pernyataannya yang dikutip Rabu (14/1/2026), Suzman menyebutkan kepemimpinan Sri Mulyani akan membantu memastikan sumber daya yayasan terus digunakan secara efektif untuk memperluas kesempatan, mempromosikan pertumbuhan ekonomi inklusif, dan meningkatkan hasil pembangunan bagi komunitas di berbagai belahan dunia.
Baca juga: Purbaya Sebut Telah Siapkan Anggaran Untuk Pemulihan Bencana Sumatra
Sebagai anggota Governing Board, Sri Mulyani akan memiliki fokus kerja di wilayah Afrika dan India. Dalam struktur dewan yayasan, ia akan bekerja bersama sejumlah tokoh lain, di antaranya Ashish Dhawan, Helene Gayle, Strive Masiyiwa, Thomas J. Tierney, Mark Suzman, dan Bill Gates.
Sementara itu, Baroness Nemat atau Minouche Shafik tercatat cuti sementara dari perannya di dewan karena menjalankan tanggung jawab sebagai penasihat ekonomi utama Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer.
Sri Mulyani menyampaikan dirinya merasa terhormat dapat bergabung dengan dewan direksi Gates Foundation. Ia juga mengungkapkan telah menjalin kerja sama dengan yayasan tersebut selama hampir satu dekade.
Menurutnya, pengalaman di bidang keuangan global, kebijakan ekonomi, dan tata kelola yang baik akan ia bawa dalam upaya-upaya yayasan untuk menyelamatkan nyawa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dunia.












