Komparatif.ID, Banda Aceh– Seorang siswa diduga menjadi korban perundungan dan pengeroyokan oleh sejumlah siswa di lingkungan SMAN 3 Banda Aceh. Korban disebut mengalami luka di sejumlah bagian tubuh setelah diduga mendapat kekerasan dari kakak kelasnya.
Informasi mengenai kejadian tersebut disampaikan keluarga korban melalui unggahan di media sosial Instagram pada Senin (21/9/2026) sore. Dalam unggahan tersebut, keluarga turut memperlihatkan sejumlah foto yang disebut sebagai kondisi korban setelah kejadian.
Keluarga korban menyebut pengeroyokan diduga dilakukan oleh enam siswa yang merupakan kakak kelas korban. Menurut keterangan keluarga, korban dipanggil ketika jam belajar berlangsung dan kemudian dibawa ke bagian belakang sekolah.
Di lokasi tersebut, korban diduga mengalami pemukulan yang dilakukan oleh sejumlah siswa. Akibat kejadian itu, keluarga menyebut korban mengalami luka pada sejumlah bagian tubuh.
Selain dugaan pengeroyokan, keluarga korban juga menyampaikan adanya ketegangan dalam proses mediasi yang dilakukan di sekolah. Keluarga menuding salah satu orang tua siswa yang diduga terlibat melakukan tindakan arogan dalam proses mediasi tersebut.
Respon Wali Kota Banda Aceh
Kasus tersebut kemudian mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Banda Aceh. Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengecam dugaan bullying dan penganiayaan terhadap anak di bawah umur.
“Kita mengecam ya perilaku bullying yang terjadi di sekolah dan ini tidak bisa ditolerir, tidak bisa dibiarkan begitu saja,” kata Illiza di Banda Aceh, Selasa (22/9/2026).
Baca juga: Sekolah di Abdya Mulai Wajibkan Bahasa Aceh Setiap Kamis
Menurut Illiza, keluarga korban telah melaporkan kasus tersebut kepada tim penanggulangan kekerasan. Tim tersebut juga disebut telah memberikan bantuan dan pendampingan hukum kepada keluarga korban.
“(Kasus ini) sudah diproses, dilaporkan ke Polresta (Banda Aceh),” ujarnya.
Illiza berharap proses yang berjalan dapat menjadi pembelajaran untuk mencegah kejadian serupa di kemudian hari. “Mudah-mudah ada upaya-upaya, walaupun upaya damai ini menjadi pembelajaran untuk ke depannya,” katanya.
Penjelasan SMAN 3 Banda Aceh
Sementara itu, pihak SMAN 3 Banda Aceh mengatakan telah mengambil tindakan terhadap siswa yang terbukti terlibat aktif dalam peristiwa tersebut. Kepala SMAN 3 Banda Aceh, Drs. Muzakkir M.Pd, mengatakan keputusan itu diambil setelah pihak sekolah melakukan verifikasi faktual terhadap kejadian.
“Berdasarkan hasil verifikasi faktual pihak sekolah, terdapat lima siswa yang terbukti terlibat secara aktif,” kata Muzakkir mengutip Serambinews.
Terhadap lima siswa tersebut, pihak sekolah telah mengambil tindakan berupa pengeluaran dari sekolah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, terdapat satu siswa lainnya yang diduga juga terlibat dalam insiden tersebut. Namun, berdasarkan hasil verifikasi awal pihak sekolah, belum ditemukan bukti keterlibatan aktif siswa tersebut.
Sekolah masih melakukan pendalaman dan klarifikasi lebih lanjut terhadap siswa yang bersangkutan.
“Terhadap siswa yang menjadi korban, sekolah akan memberikan pendampingan untuk mendukung pemulihan kondisi fisik dan psikologis sesuai dengan kebutuhan siswa serta prosedur layanan Bimbingan dan Konseling (BK) yang berlaku,” ungkapnya.
