Home Investasi Sempat Tertekan, IHSG Rebound ke Level 8.021

Sempat Tertekan, IHSG Rebound ke Level 8.021

Krisis Ukraina Rusia membuat investor khawatir berinvestasi di negara berkembang. Sempat Tertekan, IHSG Rebound ke Level 8.021
Seorang pria melintas di depan layar besar yang menunjukkan grafik perdagangan di pasar saham. Foto: Reuters.

Komparatif.ID, Jakarta— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil berbalik arah ke zona hijau setelah sempat mengalami tekanan di awal perdagangan. Pada Selasa (3/2/2026), pergerakan indeks menunjukkan pemulihan yang cukup cepat meski sebelumnya sempat melemah lebih dari 1 persen.

Pada pukul 09.41 WIB, IHSG tercatat berada di posisi 7.962,26 atau naik 0,5 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya. Padahal, saat pembukaan pasar, IHSG masih mencatat pelemahan sekitar 0,4 persen.

Tekanan jual bahkan sempat membuat koreksi indeks semakin dalam hingga penurunan menembus lebih dari 1 persen.

Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada pukul 10.38 WIB IHSG justru berbalik menguat 1,25 persen ke level 8.021,82.

Pemulihan ini terjadi kurang dari satu jam setelah perdagangan dimulai, menandakan adanya respons pasar yang cukup cepat terhadap kondisi teknis indeks.

Mengutip riset Mirae Asset Sekuritas, penguatan IHSG pada perdagangan hari ini dinilai sejalan dengan sinyal teknis. IHSG disebut telah menguji level 38,2 persen Fibonacci Retracement yang disertai dengan indikator Relative Strength Index (RSI) yang berada pada area oversold. Kondisi tersebut membuka ruang bagi indeks untuk bergerak naik setelah tekanan jual mereda.

Baca juga: IHSG Kembali Anjlok di Awal Pekan, Tekanan Pasar Belum Mereda

Dari sisi aktivitas perdagangan, nilai transaksi tercatat mencapai Rp13,28 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 26,36 miliar saham. Secara keseluruhan, sebanyak 548 saham mengalami penguatan, 199 saham melemah, sementara 211 saham lainnya bergerak stagnan.

Saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya yang dimiliki kelompok konglomerat, menjadi motor penggerak utama indeks pada perdagangan pagi ini.

Salah satu saham yang mencatat kenaikan signifikan adalah PT DCI Indonesia Tbk (DCII). Emiten pusat data milik Toto Sugiri dan Anthoni Salim tersebut melesat 12,36 persen ke level Rp221.350 per saham.

Di sisi lain, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada pertemuan antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Self-Regulatory Organization yang terdiri dari BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dengan perwakilan Morgan Stanley Capital International (MSCI) disebut turut mengerek kepercayaan pasar.

Pertemuan ini membahas arah perbaikan pasar modal Indonesia, khususnya terkait isu pengungkapan Ultimate Beneficial Ownership dan peningkatan porsi saham publik atau free float.

Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, menjelaskan isu-isu yang menjadi perhatian MSCI tersebut dinilai selaras dengan rencana aksi OJK, terutama dalam aspek transparansi dan likuiditas pasar.

OJK bersama SRO mengajukan sejumlah proposal, termasuk pembukaan data kepemilikan saham di atas 1 persen serta rencana peningkatan batas minimum free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen secara bertahap.

Previous articleJaringan Rusak, BPMA Target Produksi Migas Kembali Normal Maret
Next articlePrabowo Panggil Ormas Islam ke Istana, Disebut Bahas BoP Trump

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here