Komparatif.ID, Jakarta— Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor batu bara sepanjang 2025 mengalami penurunan sebesar 19,70 persen. Pada tahun 2024, nilai ekspor batu bara tercatat sebesar USD30,49 miliar, namun pada akhir 2025 angka tersebut turun menjadi USD24,48 miliar.
BPS mencatat sepanjang periode Januari hingga Desember 2025 data menunjukkan penurunan signifikan pada ekspor batu bara, sementara komoditas kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) justru melejit pada penghujung tahun.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan penurunan tersebut terjadi secara kumulatif sejak Januari hingga Desember 2025.
Selain nilai ekspor, penurunan juga terjadi pada volume pengapalan batu bara ke luar negeri. Secara kumulatif, volume ekspor batu bara Indonesia sepanjang 2025 tercatat sebesar 390,3 juta ton. Angka ini turun 3,66 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
Baca juga: Prabowo: Kelapa Sawit Tanaman Ajaib
Berbeda dengan batu bara, komoditas kelapa sawit menunjukkan kinerja yang jauh lebih positif. Pada Desember 2025, volume ekspor CPO dilaporkan mencapai sekitar 2,75 juta ton dengan nilai transaksi sebesar USD2,79 miliar.
Ateng menyampaikan capaian tersebut mencerminkan lonjakan yang sangat tinggi dibandingkan bulan sebelumnya. Secara month-to-month, volume ekspor CPO meningkat sebesar 102,23 persen, sementara secara year-on-year tercatat naik 66,80 persen.
Secara kumulatif sepanjang Januari hingga Desember 2025, nilai ekspor CPO Indonesia mencapai USD24,42 miliar. Angka ini meningkat 21,83 persen dibandingkan realisasi ekspor CPO pada tahun 2024 yang tercatat sebesar USD20,05 miliar.
Peningkatan nilai tersebut juga sejalan dengan pertumbuhan volume ekspor secara keseluruhan. Total volume pengiriman CPO dan produk turunannya sepanjang 2025 mencapai 23,61 juta ton, naik 9,09 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 21,64 juta ton.













