Komparatif.ID, Jakarta– Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat proses pencairan dana stimulan rumah rusak ringan dan rumah rusak sedang tahap II bagi korban banjir di Aceh Timur.
Permintaan tersebut disampaikan langsung saat bertemu jajaran BNPB di Kantor BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Kamis (6/8/2026).
Dalam kunjungan itu, rombongan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur diterima Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Jarwansyah, bersama sejumlah pejabat BNPB lainnya.
Al-Farlaky menyampaikan masyarakat korban banjir terus mempertanyakan kepastian pencairan dana stimulan tahap II yang hingga kini belum terealisasi.
Ia berharap BNPB dapat mempercepat seluruh proses administrasi dan penyaluran bantuan agar dana tersebut segera diterima masyarakat yang telah ditetapkan sebagai penerima.
“Setiap turun ke lapangan masyarakat selalu bertanya kapan dana stimulan tahap kedua dicairkan. Kami berharap proses ini dapat dipercepat sehingga masyarakat segera menerima haknya,” kata Al-Farlaky, Jumat (7/8/2026)
Di sela kunjungan tersebut, Al-Farlaky juga melakukan komunikasi melalui panggilan video WhatsApp dengan Kepala BNPB Letjen Suharyanto untuk menyampaikan aspirasi masyarakat korban banjir.
Baca juga: Tanggapi Aduan Warga ke Wapres, Pemkab Bireuen Paparkan Data Riil Bantuan
Al-Farlaky mengatakan keterlambatan pencairan dana tahap II dikhawatirkan dapat memunculkan berbagai dinamika di tengah masyarakat. Ia mengungkapkan, korban banjir beberapa kali telah menyampaikan aspirasi melalui aksi demonstrasi agar bantuan tersebut segera direalisasikan.
“Kami berharap tahap kedua ini dapat segera diproses dan direalisasikan sehingga persoalan rehabilitasi rumah masyarakat dapat segera diselesaikan,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Aceh Timur juga memaparkan perkembangan penyaluran dana stimulan pascabanjir. Berdasarkan data sementara, penerima bantuan rumah rusak ringan berjumlah 2.707 unit dengan total anggaran Rp40,605 miliar.
Sementara penerima bantuan rumah rusak sedang sebanyak 2.611 unit dengan total anggaran Rp78,330 miliar. Total dana stimulan yang dialokasikan mencapai Rp118,935 miliar.
Hingga 30 Juli 2026, dana stimulan yang telah ditransfer melalui Virtual Account (VA) CMS ke rekening penerima mencapai Rp109,095 miliar atau sebesar 91,73 persen dari total anggaran.
Sementara itu, untuk pencairan Termin I sebesar 80 persen melalui Bank Syariah Indonesia (BSI), bantuan telah diterima oleh 2.102 penerima rumah rusak ringan dengan nilai Rp25,244 miliar dan 1.963 penerima rumah rusak sedang senilai Rp47,122 miliar. Total dana yang telah dicairkan mencapai Rp72,366 miliar atau 76,44 persen dari total alokasi.
Meski demikian, Al-Farlaky menjelaskan masih terdapat sejumlah kendala dalam proses penyaluran bantuan. Di antaranya adalah penjadwalan pencairan oleh pihak perbankan serta masih adanya penerima bantuan yang belum memiliki kejelasan status kepemilikan tanah.
Selain membahas percepatan pencairan dana stimulan, Al-Farlaky juga menyampaikan sejumlah persoalan rehabilitasi pascabencana lainnya, termasuk percepatan perbaikan jaringan irigasi di kawasan Arakundo, Kecamatan Simpang Ulim.
Menurutnya, kerusakan jaringan irigasi tersebut berdampak terhadap aktivitas pertanian di 12 gampong yang hingga kini belum dapat kembali menggarap sawah.
Berdasarkan pendataan awal BNBA Tahap I sebelum verifikasi, jumlah rumah yang mengalami kerusakan mencapai 25.917 unit yang terdiri atas 16.599 rumah rusak ringan, 5.484 rumah rusak sedang, dan 3.844 rumah rusak berat.
Setelah dilakukan verifikasi oleh tim enumerator, sebanyak 8.065 unit rumah dinyatakan memenuhi syarat menerima bantuan, meliputi 2.707 rumah rusak ringan, 2.611 rumah rusak sedang, dan 2.747 rumah rusak berat. Data tersebut ditetapkan melalui SK Bupati Aceh Timur Nomor 360/119/2026 tanggal 20 Februari 2026.
Pemerintah Kabupaten Aceh Timur juga telah mengusulkan BNBA Tahap II sebanyak 18.681 unit rumah yang terdiri atas 13.501 rumah rusak ringan, 3.493 rumah rusak sedang, dan 1.687 rumah rusak berat. Selain itu, BNBA Tahap III juga telah diusulkan sebanyak 26.126 unit rumah kepada BNPB, yang meliputi 24.454 rumah rusak ringan, 1.272 rumah rusak sedang, dan 400 rumah rusak berat.
“Masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita tuntaskan bersama. Kami optimistis, dengan dukungan dan komitmen BNPB, proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabanjir di Aceh Timur dapat berjalan lebih cepat sehingga masyarakat segera merasakan manfaatnya dan dapat kembali menjalani kehidupan secara normal,” tutup Al-Farlaky.
