Komparatif.ID, Asunción— Presiden Paraguay Santiago Peña dimakzulkan oleh Senat pada Jumat (6/11/2026), setelah terseret skandal keruntuhan bank terbesar di Paraguay, Ueno Bank SA.
Seluruh senator yang hadir dalam sidang memberikan suara mendukung pemakzulan Peña. Keputusan itu diambil sehari setelah majelis rendah Kongres Paraguay secara bulat menyetujui langkah serupa. Setelah dimakzulkan, Peña dikenai tahanan rumah.
Pemakzulan tersebut menjadi puncak tekanan politik terhadap Peña setelah kejaksaan Paraguay pada Kamis (5/11/2026) mengumumkan pembukaan penyelidikan pidana terhadap dirinya.
Penyelidikan berkaitan dengan dugaan keterlibatan Peña dalam keruntuhan Ueno Bank, tempat ia sebelumnya memiliki saham melalui perusahaan induknya, Grupo Vázquez, sebelum melepas kepemilikannya pada tahun lalu.
Sebelum pemungutan suara berlangsung, Peña sempat menawarkan diri untuk mengundurkan diri. Namun, parlemen memilih jalur pemakzulan yang memiliki konsekuensi berbeda terhadap status hukum.
Dengan dimakzulkan, Peña kehilangan hak untuk jadi senator non-voter seumur hidup (senador vitalicio) serta memberikan kekebalan hukum dari penuntutan kasus.
Wakil Presiden Pedro Alliana kemudian dilantik sebagai Presiden baru Paraguay pada Jumat. Ia akan melanjutkan sisa masa jabatan Peña hingga Agustus 2028. Sebelumnya, Alliana berhasil bertahan dari pemungutan suara pemakzulan yang juga berlangsung pada Kamis.
Baca juga: MK Korsel Resmi Makzulkan Yoon Suk-yeol
Skandal Ueno Bank menjadi krisis politik terbesar Paraguay sejak Kongres memakzulkan mantan Presiden Fernando Lugo pada 2012. Saat itu, Lugo diberhentikan menyusul bentrokan mematikan antara polisi dan petani.
Krisis kali ini bermula ketika pemerintah mengambil alih Ueno Bank dan membekukan simpanan jutaan warga Paraguay, termasuk para pensiunan. Keputusan tersebut memicu gelombang protes di tengah masyarakat karena sekitar satu dari tiga penduduk Paraguay memiliki simpanan di bank tersebut.
Bank sentral Paraguay kemudian mulai mengganti dana nasabah melalui mekanisme penjaminan simpanan. Namun, persoalan tersebut telanjur berkembang menjadi krisis kepercayaan terhadap pemerintah dan pengawasan sektor perbankan.
Tekanan publik semakin menguat setelah terungkap simpanan pemerintah di Ueno Bank meningkat drastis. Nilainya tercatat nol ketika Peña mulai menjabat pada 2023, tetapi melonjak menjadi lebih dari 800 juta dolar AS pada awal 2026.
Selain itu, Peña diketahui menunjuk seorang mantan eksekutif Ueno untuk memimpin bank sentral Paraguay. Kebijakan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kedekatan hubungan antara pemerintah dan pihak bank, serta efektivitas pengawasan terhadap pertumbuhan pesat Ueno Bank.




