BREAKING
Daerah

Jadwal Musim Tanam di Bireuen Tunggu Jawaban BWS

Jadwal Musim Tanam di Bireuen Tunggu Jawaban BWS
Ilustrasi. Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Bireuen— Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Bireuen belum menetapkan jadwal tanam padi untuk musim tanam 2026. Keputusan tersebut masih menunggu kepastian pembukaan air dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distanbun Bireuen, Nasriati, SP, mengatakan penetapan jadwal tanam ditunda karena pihaknya masih menunggu jawaban atas permohonan pembukaan pintu air Daerah Irigasi Pante Lhong.

Menurut Nasriati, Distanbun Bireuen sebelumnya telah mengajukan permohonan tersebut melalui surat yang ditandatangani Kepala Distanbun Bireuen, Mulyadi, SE., M.M. Surat bernomor 500.6/668/2026 itu dikirim pada 22 Juli 2026.

Permohonan pembukaan pintu air diajukan karena wilayah Bireuen memasuki Musim Tanam Gadu 2026. Saat itu, terdapat kebutuhan air irigasi yang mendesak di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Juli, Kota Juang, dan Jeumpa.

Nasriati menjelaskan, kondisi tersebut menjadi perhatian karena wilayah tersebut memasuki musim kemarau. Petani membutuhkan pasokan air untuk mencegah gagal tanam, baik setelah proses pengolahan tanah maupun pada tanaman padi yang sudah ditanam.

“Jika mengandalkan air hujan, pemenuhan kebutuhan air sering tidak maksimal. Solusinya hanya air irigasi,” ujar Nasriati, Senin (7/9/2026).

Dalam surat tersebut, Distanbun Bireuen berharap pintu air menuju tiga kecamatan itu dapat dibuka pada 30 Juli 2026. Namun, hingga Senin, 7 September 2026, belum ada kepastian terkait pembukaan pintu air tersebut.

Baca juga: 85 Hektare Sawah di Bireuen Ditanami Padi Gogo

Kondisi itu membuat Distanbun Bireuen belum berani menetapkan jadwal tanam. Nasriati mengatakan pihaknya khawatir petani mengalami kerugian apabila kebutuhan air belum tercukupi ketika musim tanam dimulai, sementara lahan persawahan sudah dibajak.

Ia memperkirakan jadwal musim tanam baru dapat ditetapkan pada Oktober 2026. Namun, hal tersebut bergantung pada kondisi jaringan irigasi yang diharapkan sudah kembali pulih.

Nasriati mencontohkan kondisi di Kecamatan Peusangan. Sebagian petani di wilayah tersebut sudah mulai menggarap sawah dengan berpedoman pada musim tanam akhir tahun. Akan tetapi, mereka belum dapat menanam padi karena terkendala kekurangan air.

Hujan deras baru terjadi pada Minggu malam hingga Senin, 6 September 2026. Namun, hujan tersebut belum mampu membuat ketersediaan air meningkat secara signifikan karena kondisi tanah masih gersang sehingga air belum banyak tertampung.

Sementara itu, Koordinator Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Kota Juang, Wandi Suwandi, menyatakan pihaknya juga masih menunggu jadwal tanam dari Distanbun Bireuen.

“Kami di kecamatan menunggu surat turun ke sawah dari dinas, untuk tujuh kecamatan yang diairi Pante Lhong. Kalau yang lain bisa ditanyakan sama Ibu Kabid TPH,” jelas Wandi melalui pesan WhatsApp.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *