Komparatif.ID, Banda Aceh— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk sejumlah wilayah di Aceh.
BMKG menyebut kondisi atmosfer di wilayah Aceh saat ini dipengaruhi oleh aktifnya gelombang Ekuatorial Rossby dan Madden-Julian Oscillation (MJO). Kondisi tersebut diperkuat dengan adanya daerah belokan angin dan konvergensi yang dapat mendukung peningkatan aktivitas konvektif.
Selain itu, suhu muka laut yang hangat di Samudra Hindia bagian barat dan utara Sumatera turut menjadi salah satu faktor yang berpotensi meningkatkan penguapan. Kondisi tersebut menambah kandungan uap air di atmosfer sehingga pembentukan awan hujan di wilayah Aceh berpotensi meningkat.
“Aktifnya Gelombang Ekuatorial Rossby dan MJO secara spasial di Aceh serta adanya daerah belokan angin dan konvergensi dapat mendukung aktivitas konvektif di wilayah Aceh. Suhu muka laut yang hangat di Samudra Hindia barat dan utara Sumatera juga berpotensi meningkatkan penguapan sehingga menambah kandungan uap air di atmosfer. Beberapa kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Aceh,” tulis BMKG dalam peringatan tersebut dikutip Rabu (2/9/2026).
Untuk 2 September 2026, BMKG memprakirakan terdapat 17 wilayah di Aceh yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Baca juga: Cuaca Buruk Mengintai Aceh, Pemudik Diimbau Lebih Waspada
Wilayah tersebut meliputi Aceh Barat Daya, Aceh Besar, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues, Pidie, Pidie Jaya, Kota Subulussalam, Simeulue, dan Nagan Raya.
Selain potensi hujan sedang hingga lebat, BMKG juga memperingatkan potensi angin kencang di Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang. Potensi tersebut diperkirakan dapat terjadi selama tiga hari berturut-turut dalam periode peringatan dini cuaca.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca, terutama potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat terjadi secara tiba-tiba pada sore hingga malam hari.
Menurut BMKG, kondisi tersebut antara lain dipengaruhi oleh pemanasan yang cukup intens pada siang hari. Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diminta tetap berhati-hati, khususnya ketika berkendara dalam kondisi cuaca buruk.
