Komparatif.ID, Kuala Simpang— Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menargetkan seluruh 6.240 hektare sawah yang terdampak bencana hidrometeorologi kembali siap ditanami pada November 2026.
Plt Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan Aceh Tamiang, Irwan Hadi, mengatakan hingga 25 Agustus 2026, pemulihan sawah yang masuk kategori rusak ringan telah mencapai 1.161 hektare dari total 4.006 hektare.
Sementara itu, penanganan sawah dengan kategori rusak sedang telah menyasar 712 hektare dari total 2.234 hektare. Sekitar 1.500 hektare sawah rusak sedang yang belum ditangani kini memasuki tahap survei, investigasi, dan desain (SID).
Irwan mengatakan pada tahap pertama, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menerima anggaran Rp9,02 miliar dari Kementerian Pertanian untuk optimalisasi 1.961 hektare sawah rusak ringan. Realisasi anggaran untuk tahap tersebut dilaporkan telah mencapai 90 persen.
Selain itu, Kementerian Pertanian mengalokasikan Rp9,6 miliar untuk pemulihan 713 hektare sawah rusak sedang. Realisasi anggaran untuk kegiatan tersebut dilaporkan telah mencapai 100 persen.
Baca juga: Kaposkowil Satgas PRR Minta Realisasi Program Kementan di Aceh Dikebut
Namun, pemulihan fisik lahan belum otomatis membuat seluruh sawah dapat kembali ditanami. Sejumlah lahan yang telah diperbaiki masih terkendala musim kemarau dan jaringan irigasi yang belum seluruhnya selesai diperbaiki.
Kondisi tersebut menjadi tantangan karena sebagian besar sawah di Aceh Tamiang merupakan sawah tadah hujan. Petani masih membutuhkan ketersediaan air untuk kembali memulai kegiatan bercocok tanam.
“Lahan yang sudah diperbaiki masih banyak yang belum siap tanam karena sudah masuk musim kemarau dan kebanyakan sawah kami merupakan sawah tadah hujan. Kami masih menunggu pihak PU memperbaiki irigasinya,” kata Irwan, Jumat (28/8/2026).
Pemkab Aceh Tamiang menargetkan pemulihan lahan dan jaringan pendukungnya dapat dituntaskan dalam tiga bulan ke depan. Penyelesaian jaringan irigasi dinilai penting agar lahan yang telah dipulihkan secara fisik dapat benar-benar kembali dimanfaatkan petani.
“Kami kejar tiga bulan ke depan untuk menuntaskan seluruh lahan agar siap tanam,” ujar Irwan.
