BREAKING
Politik

Tingkat Kepuasan Publik Merosot, Anas Beri 5 Saran untuk Presiden Prabowo

tingkat kepuasan publik terhadap presiden menurun
Ketua Umum PKN,Anas Urbaningrum memberikan lima masukan kepada Presiden Prabowo di tengah semakin menurunnya angka kepuasan publik. Foto: Ist.

Berdasarkan survey terbaru, tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo merosot tajam. Hasil survey Saiful Mujani Research and Consulting, menunjukkan angka mengkhawatirkan.

Komparatif.ID, Jakarta—Tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo kian merosot. Berdasarkan survey Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dirilis pada 30 Juli 2026, angka kepuasan publik turun menjadi 46,9 persen.

Trend  kepuasan publik terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo berdasarkan hasil survey bertajuk Kondisi Ekonomi Politik dan Approval Rating Presiden, selama enam bulan terakhir semakin menurun.

Pada November 2025, tingkat kepuasan publik masih berada di angka 81,2 persen. Februari-Maret 2026 turun menjadi 66,4 persen. Pada bulan Juli 2026 turun lagi menjadi 51,1 persen.

Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani menyebutkan tiga penyebab utama menurunnya kepuasan publik terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo karena tiga hal utama.

Pertama, merosotnya kondisi ekonomi nasional. 37,9 persen responden mengatakan perekonomian Indonesia sangat lesu. Bahkan 11,5 persen responden mengatakan kondisi perekonomian Indonesia sangat buruk. Hanya 15,7% yang menganggap kondisi ekonomi saat ini sangat baik.

Kedua, kondisi politik Indonesia dinilai tidak stabil. Terjadi penurunan persepsi positif terhadap stabilitas dan arah politik nasional. Ketiga, publik menilai penegakan hukum cenderung negatif dan integritas penegak hukum dinilai negatif.

Membaca hasil survey SMRC, Anas Urbaningrum yang merupakan Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) memberikan pandangan dan nasihat politiknya kepada Prabowo Subianto.

Baca: Presiden Prabowo Tak Takut Nilai Tukar Rupiah Anjlok

Dalam cuitannya di X yang disitat Komparatif.ID pada Minggu, 2 Juli 2026, Anas Urbaningrum menulis bahwa dari berbagai survey baik yang dirilis maupun yang hasilnya disimpan saja, secara umum approval rating Pemerintah saat ini sedang turun.

Menurut Anas, angkanya cukup mengkhawatirkan. Bila ditilik dari masa kerja Presiden Prabowo yang belum genap dua tahun, tingkat ketidakpuasan publik sangat mengkhawatirkan.

Supaya kepuasan publik terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo kembali naik, Anas Urbaningrum memberikan lima saran politik untuk mantan Danjen Kopassus tersebut.

Pertama, Presiden kembali fokus memenuhi janji kampanye yang eksplisit. Dengan ketersediaan anggaran yang tidak mencukupi (cupet-Jawa), manuver-manuver kreasi program dan cenderung dadakan, bersifat adhoc, sebaiknya tidak lagi dilakukan.

Kedua, konsolidasi kerja dan kinerja pemerintahan harus benar-benar bersatu. Kesan ada yang diutamakan dan dinomorduakan, termasuk dalam hal personil kabinet, tidak boleh berlanjut. Kabinet harus benar-benar bergerak bersama, seirama dan simfoni yang orkestranya dipimpin Presiden.

Ketiga, pemerintah harus memperbaiki dan meningkatkan komunikasi publiknya. Pemerintah harus memproduksi isu, itu lebih baik ketimbang muncul memberikan tanggapan, termasuk klarifikasi. Hal-hal yang berpotensi memunculkan kontroversi dan kesalahpahaman harus  ditekan.

“Kontroversi dan kesalahpahaman  cenderung menggerus kepercayaan dan kepuasan publik,” sebut Anas Urbaningrum.

Keempat, pemerintah harus menggenjot kinerja secara lebih khusus untuk hal ikhwal yang terkait langsung dengan hajat hidup orang banyak, seperti pangan, kesehatan, pendidikan, lapangan pekerjaan, kegesitan dalam pelayanan dan rasa aman.

Kelima, merampingkan struktur kabinet. Anas menilai perampingan struktur kabinet akan mempermudah konsolidasi dan koordinasi, serta mampu menggenjot kinerja pemerintah.

Selain itu, dengan perampingan kabinet, citra kerja keras dan efesiensi  pemerintah juga lebih mudah dibangun dengan postur kabinet yang lebih ramping.

“Kabinet yang terlalu gemuk bisa menciptakan keadaan Presiden lari kencang, kerja sangat keras, tetapi sebagian keluarga besar kabinet hanya bekerja sekadarnya,” ujar mantan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *