Komparatif.ID, Bireuen— Remaja Masjid Samalanga menyusun kepengurusan baru sebagai bagian dari upaya memperkuat peran generasi muda dalam pengelolaan kegiatan keagamaan di tingkat kecamatan.
Langkah ini dibahas dalam pertemuan diskusi dan silaturahmi yang digelar pada Kamis malam, 16 April 2026, di kediaman Tgk. H. Busairi Yahya (Ayah Tanjongan), kompleks Dayah Riyadhul Mubarak (Rimu), Tanjongan.
Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Ayah Tanjongan yang dikenal sebagai ulama sekaligus tokoh sentral Masjid Besar Samalanga dengan jabatan Imum Syik.
Pertemuan ini difokuskan pada penyusunan langkah strategis guna mendorong kemajuan tata kelola masjid di tingkat kecamatan. Salah satu agenda utama yang dibahas adalah pembentukan struktur baru pengurus Remaja Masjid Besar Samalanga untuk periode mendatang.
Reorganisasi ini dinilai penting sebagai bagian dari proses regenerasi yang sehat, sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi kalangan pemuda untuk terlibat aktif dalam berbagai kegiatan kemasjidan.
Selain pembentukan kepengurusan baru, diskusi juga menghasilkan kesepakatan terkait penguatan program keagamaan, khususnya Program Pengajian Lanjutan. Program ini dirancang sebagai wadah pendalaman ilmu agama bagi masyarakat, sejalan dengan posisi Samalanga yang dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan Islam.
Baca juga: Akademisi UIN Ar-Raniry Bahas Muslim Muda & K-Pop di SNU Seoul
Pengajian tersebut dijadwalkan berlangsung rutin setiap malam Rabu dengan menghadirkan para ulama yang memiliki spesialisasi keilmuan masing-masing.
Dalam pelaksanaannya, materi Tauhid, Fikih, dan Tasawuf akan diisi oleh Abi Mudi, Aba Helmi, dan Abati Kuta Krueng, sementara Ayah Tanjongan akan memberikan bimbingan serta pendalaman Al-Qur’an.
Tidak hanya berfokus pada aspek spiritual, pertemuan tersebut juga membahas upaya peningkatan tata kelola dan manajemen masjid.
Remaja Masjid bersama Ayah Tanjongan sepakat untuk melakukan pembenahan dari sisi administrasi serta penataan ruang. Langkah ini diambil agar Masjid Besar Samalanga dapat menjadi tempat ibadah yang nyaman secara fisik sekaligus dikelola secara profesional.
Salah satu perwakilan tim remaja dalam pertemuan tersebut menyampaikan bahwa perbaikan manajemen menjadi kebutuhan penting agar berbagai program keumatan dapat berjalan lebih efektif dan terarah.
Dengan tata kelola yang lebih baik, diharapkan jamaah dapat merasakan kenyamanan sekaligus manfaat dari setiap kegiatan yang dilaksanakan.













