Komparatif.ID, Kuala Simpang— Universitas Samudra (Unsam) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tanggap Darurat Bencana di SDN 02 Tualang Cut, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, pada 14 Februari 2026.
Kegiatan ini difokuskan pada pendampingan psikososial berbasis Pendidikan Agama Islam bagi anak-anak yang terdampak banjir.
Sebanyak 360 siswa mengikuti kegiatan yang berlangsung selama satu hari tersebut. Program ini melibatkan tim yang terdiri dari empat dosen dan tiga mahasiswa sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam merespons dampak bencana, khususnya pada aspek pemulihan psikologis anak.
Ketua tim pelaksana, Adrian Yudabangsa, menyampaikan kegiatan ini dirancang untuk membantu anak-anak memulihkan kondisi emosional setelah mengalami bencana.
Baca juga: Tim PKM Unsam Susun Panduan Mitigasi Bencana Untuk Warga Aceh Tamiang
Ia menjelaskan pendampingan yang diberikan tidak hanya berfokus pada aspek psikologis, tetapi juga memperkuat nilai-nilai spiritual agar anak-anak memiliki kepercayaan diri untuk bangkit kembali.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan dilakukan dengan pendekatan ramah anak melalui berbagai aktivitas seperti bercerita Islami, permainan edukatif, menggambar, bernyanyi, doa bersama, serta dialog ringan.
Pendekatan ini dinilai mampu membantu anak-anak mengekspresikan emosi sekaligus mengurangi gejala trauma yang mereka alami pascabanjir.
Selain kegiatan pendampingan, para peserta juga menerima makanan cepat bergizi sebagai bagian dari upaya mendukung pemulihan kondisi fisik. Pemberian asupan ini diharapkan dapat membantu anak-anak tetap sehat selama proses pemulihan berlangsung.
Program ini mendapat dukungan pendanaan dari Universitas Samudra dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Keterlibatan berbagai pihak tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam memastikan pemulihan anak-anak terdampak bencana berjalan lebih optimal.
Melalui kegiatan ini, diharapkan proses pemulihan psikososial anak-anak di Aceh Tamiang dapat berlangsung lebih baik. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat peran pendidikan dalam membangun ketahanan mental dan karakter generasi muda setelah menghadapi situasi bencana.













