BREAKING
Khazanah

Mengenang Siti Hasmah, Istri Tun Mahathir yang Meninggal Dalam Usia 100 Tahun

siti hasmah
Siti Hasmah. Foto: Marina Mahathir/Facebook.

Siti Hasmah binti Mohamad Ali, istri Tun Mahathir Mohamad, meninggal dunia pada Senin, 28 September 2026. Ia meninggal dunia pada usia 100 tahun. Hasmah meninggalkan banyak kegemilangan untuk Malaysia.

Komparatif.ID, Kuala Lumpur—Federasi Malaysia berduka. Siti Hasmah, perempuan berdarah Minangkabau yang lahir pada 12 Juli 1926, telah pergi selamanya. Ia pamit dari dunia fana, setelah El-Maut menjemputnya di Institut Jantung Negara (IJN) Kuala Lumpur, pada pukul 09.20 pagi.

Sang suami, Tun Mahathir Mohamad yang kini berusia 101 tahun terlihat sangat berduka. Saat pemakaman sang istri, dia tak kuasa menyembunyikan mahaduka yang bergelayut erat di wajah tuanya. Dibantu selang pernafasan, ia duduk di dekat peti jenazah Siti Hasmah yang telah ditutup dengan bendera Jalur Gemilang.

Sebagai seorang mantan pembesar negara, Siti Hasmah dimakamkam di  dimakamkan di Pusara Negara (Makam Negara), Presint 20, Putrajaya, Malaysia. Jenazah perempuan luar biasa tersebut dimasukkan ke liang lahat pada Senin petang, pukul 16.30 waktu setempat.

BACA: UIN Ar-Raniry Luncurkan Buku se-Abad Mahathir dan Hubungan Aceh-Malaysia

Mahathir bukan sekadar kehilangan pasangan hidup yang telah menemaninya selama 70 tahun. Tapi sang mantan Perdana Menteri tersebut, Hasmah merupakan salah satu bagian dari jiwanya.

Siti Hasmah bagi Mahathir merupakan tulang punggung di balik kegemilangan sang politisi sepanjang karir politiknya. Sejak mereka masih kuliah, hingga di masa tua, keduanya seperti kalam dan buku. Saling mengisi, saling memberi.

Maka ketika Hasmah menutup mata; meninggalkan dunia fana untuk selama-lamanya, sang Iron Man terlihat meneteskan air mata. Ia tak mampu menutup rasa duka, tatkala sang belahan jiwa pamit dari kehidupan duniawi.

Biografi Siti Hasmah

Siti Hasmah binti Mohamad Ali, merupakan anak keenam dari 10 bersaudara, buah cinta dari pasangan Haji Mohd Ali bin Taib dan Hajah Siti Khatijah binti Ahmad. Ia masih keturunan Minangkabau dari Negeri Sembilan, Malaysia. Asal muasal keluarganya dari Koto Rajo, Rao Utara, Pasaman, Sumatera Barat.Perempuan tersebut lahir di Klang, Selangor.

Masa kecilnya ia habiskan di kampung halaman. Ia menempuh studi di SMK St. Mary. Kemudian memperoleh gelar MBBS dari Universitas Malaya di Singapura.Ia adalah salah satu perempuan Melayu pertama yang mendaftar kursus kedokteran di King Edward VII College of Medicine di Singapura (sekarang Sekolah Kedokteran Yong Loo Lin).

Pada tahun 1955, ia lulus sebagai dokter dari Fakultas Kedokteran Universiti Malaya, yang saat itu berlokasi di Singapura. Ia kemudian bergabung dengan layanan kesehatan pemerintah. Hasmah adalah salah satu dokter perempuan Minangkabau pertama di Malaya saat itu.

Pada tahun 1974, ia adalah perempuan pertama yang diangkat sebagai Petugas Kesehatan Ibu dan Anak Negara Bagian di Kedah. Selama masa jabatannya, Siti Hasmah berhasil menurunkan angka kematian bayi dari 75 per 1.000 menjadi hanya 6 per 1.000.

Menikah dengan Mahathir Mohamad

Sering bertemu dan sering berdiskusi sebagai sesama mahasiswa di King Edward VII College of Medicine di Singapura, akhirnya Siti Hasmah dan Mahathir jatuh cinta. Pada 5 Agustus 1956, mereka mengikat janji suci dalam bentuk pernikahan. Dalam jalinan rumah tangga itu, mereka dikarunia tujuh orang anak, dan semuanya jadi orang.

Dalam buku memoarnya berjudul My Name is Hasmah, dia bercerita bahwa Mahathir bukan sekadar kakak kelas, tapi juga mentor yang membantunya memahami ilmu Fisika dan Kimia. Bagi Hasmah, Mahathir merupakan pahlawan.

Ketika Mahathir Mohamad dipilih sebagai Perdana Menteri Malaysia dan berkuasa mulai 1981-2003, Hasmah mempergunakan kesempatan itu untuk mengadvokasi kesehatan kaum hawa, keluarga berencana, pengendalian penyalahgunaan narkoba, dan literasi orang dewasa.

Berbagai jabatan dia emban dalam rangka mewujudkan keberhasilan pemerintahan di bawah kepemimpinan sang suami, sekaligus demi mencapai tujuannya dalam pembangunan sumber daya manusia Malaysia.

Demikian juga ketika sang suami kembali turun gunung –kembali berpolitik-dan terpilih lagi sebagai Perdana Menteri pada 2018-2020. Ia kembali bekerja sepenuh hati untuk menyukseskan kepemimpinan sang suami. Berbagai tugas besar kembali dia emban, demi mencapai tujuan yang sangat mulia.

Kini, setelah Siti Hasmah pergi, tak ada lagi gesekan bowing biola untuk Mahathir. Alunan musik nan lembut dari denting biola, menjadi hal yang harus sekadar dirindui.

Ya, Siti Hasmah merupakan pemain biola andal. Gesekan busur yang ia lakukan menerbitkan alunan musik bersih, merdu, dan menenangkan. Meskipun dekat dengan kehidupan western, gesekan biolanya lebih banyak tentang syair-syair Melayu, termasuk karya-karya P. Ramlee yang legendaris.

Selamat jalan Ibu Negara Siti Hasmah. Mahathir merinduimu. Malaysia mengenangmu. Semoga Allah mengampuni segala kekurangan yang pernah engkau lakukan selama hidup di atas dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *