Komparatif.ID, Bireuen— Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Almuslim melakukan restorasi hutan pantai di Gampong Kukue, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, Minggu (18/10/2026). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya penghijauan sekaligus mendukung perlindungan kawasan pantai dari ancaman abrasi.
Restorasi hutan pantai itu terlaksana melalui kerja sama antara Program Studi Kehutanan Universitas Almuslim, Pemerintah Gampong Kukue, dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh.
Ketua Program Studi Kehutanan Universitas Almuslim, Nuraida, S.P., M.Si., mengatakan kegiatan tersebut melibatkan 15 mahasiswa. Para mahasiswa ikut terlibat dalam proses penanaman bibit pohon di kawasan pantai yang menjadi lokasi restorasi.
Sebanyak 50 batang bibit pohon ketapang atau Terminalia catappa disalurkan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh untuk ditanam di lahan seluas sekitar 500 meter. Lahan tersebut merupakan milik Pemerintah Gampong Kukue.
Nuraida mengatakan, kegiatan restorasi tidak hanya ditujukan untuk penghijauan. Ke depan, kawasan tersebut ditargetkan dapat dikembangkan menjadi lokasi ekowisata sehingga memiliki manfaat lingkungan sekaligus dapat menjadi ruang edukasi bagi masyarakat.
“Pemilihan tanaman ketapang selain sebagai tanaman penghijauan juga sebagai pelindung (konservasi) dari abrasi pantai,” ujarnya.
Menurut Nuraida, ketapang dipilih karena tanaman tersebut dapat berfungsi sebagai bagian dari vegetasi kawasan pantai. Keberadaan tanaman di sekitar pesisir diharapkan dapat membantu menjaga kondisi lingkungan pantai dan memperkuat upaya konservasi kawasan.
Selain fungsi penghijauan dan konservasi, masyarakat setempat juga mengenal perubahan daun ketapang sebagai salah satu penanda pergantian musim.
Baca juga: 8 Dekade Muara Kukue Tersumbat, Petambak Masih Andalkan Cangkul
Nuraida menjelaskan, ketapang juga dikenal dalam pengetahuan masyarakat sebagai tanaman yang berkaitan dengan musim kawin ikan pari. Informasi tersebut dapat menjadi pengetahuan bagi warga dalam mengantisipasi keberadaan ikan pari di kawasan pantai.
Keuchik Gampong Kukue, Azhar, S.Pd.I., mengatakan kegiatan restorasi tersebut merupakan tahap ketiga setelah sebelumnya dilakukan penanaman oleh pihak Dandim Bireuen dan pemuda gampong.
Pemerintah Gampong Kukue, kata Azhar, mendukung sepenuhnya program penghijauan yang digagas Universitas Almuslim. Menurutnya, keberadaan tanaman yang memiliki akar tunggang di kawasan pantai diharapkan dapat membantu menjaga ketahanan wilayah pesisir Gampong Kukue dari abrasi.
“Penanaman tahap pertama dan kedua telah terlaksana dengan baik, namun tanamannya tidak bisa tumbuh akibat dimakan hewan peliharaan,” ujar Azhar.
Restorasi yang melibatkan mahasiswa tersebut juga menjadi bagian dari kegiatan pembelajaran di lapangan bagi mahasiswa Program Studi Kehutanan. Selain mendapatkan pengalaman langsung dalam kegiatan konservasi, mahasiswa dapat melihat kondisi kawasan pesisir serta memahami pentingnya menjaga vegetasi pantai.
Pemerintah Gampong Kukue bersama Universitas Almuslim berharap kegiatan penanaman tersebut dapat berkelanjutan. Selain menjaga lingkungan pesisir, kawasan yang dihijaukan diharapkan nantinya dapat dikembangkan sebagai kawasan ekowisata yang tetap memperhatikan fungsi konservasi.




