Komparatif.ID, Paris— Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan Prancis akan akui negara Palestina pada Sidang Majelis Umum Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) pada September 2025 mendatang.
Hal tersebut disampaikan Emmanuel Macron melalui akun media sosial X pribadi miliknya pada Kamis (24/7/2025).
“Setia pada komitmen historisnya untuk perdamaian yang adil dan abadi di Timur Tengah, saya telah memutuskan bahwa Prancis akan mengakui Negara Palestina. Saya akan menyampaikan pengumuman khidmat ini di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa September mendatang,” ujar
Dalam pernyataannya, Macron juga menekankan pentingnya menghentikan kekerasan di Jalur Gaza, Palestina. Ia menyebutkan gencatan senjata, pembebasan seluruh sandera, dan distribusi bantuan kemanusiaan harus menjadi prioritas utama untuk saat ini.
Menurutnya, masyarakat Gaza menghadapi situasi darurat yang membutuhkan aksi segera dari komunitas internasional.
Baca juga: 85 Warga Palestina Tewas Saat Hendak Cari Bantuan
Untuk memperkuat komitmen tersebut, Emmanuel Macron mengatakan telah mengirimkan surat kepada Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas.
Langkah Macron untuk menyatakan secara terbuka niat Prancis mengakui Palestina ini disebut-sebut menimbulkan ketegangan diplomatik dengan Inggris. Mengutip laporan The Telegraph pada awal Juli lalu, Prancis dan Inggris sempat berselisih pandang terkait waktu dan pendekatan yang tepat dalam isu pengakuan Palestina.
Macron dilaporkan berupaya mendorong Perdana Menteri Inggris Keir Starmer untuk mengambil sikap seperti Prancis akan akui negara Palestina. Namun pemimpin Partai Buruh UK itu masih menolak ide pengakuan negara Palestina.
Meski begitu Inggris terlihat mulai melunak, PM Inggris Keir Starmer dalam pernyataan resminya menggambarkan kondisi di jalur Gaza sebagai bencana dan menyebut penderitaan yang dialami warga sebagai sesuatu yang tak terlukiskan.
Starmer mengatakan Inggris akan menginisiasi pertemuan darurat dengan mitra Eropa untuk membahas langkah-langkah mendesak guna menghentikan kekerasan serta memastikan distribusi bantuan kemanusiaan di Gaza.
Inggris juga mendesak Israel untuk segera mengizinkan seluruh bantuan kemanusiaan memasuki Jalur Gaza tanpa syarat.
“Saya akan mengadakan panggilan darurat dengan mitra E3 besok, kita akan membahas apa yang dapat dilakukan untuk menghentikan pembunuhan dan menyediakan makanan yang sangat dibutuhkan warga. Kita semua sepakat bahwa Israel harus mengizinkan bantuan yang sangat dibutuhkan untuk memasuki Gaza tanpa penundaan,” terangnya, Jumat (25/7/2025).