
Komparatif.ID, Banda Aceh— Prof. Dr. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A resmi terpilih sebagai Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) periode 2026–2031 setelah memenangkan pemilihan rektor yang digelar pada Senin (2/1/2026).
Pemungutan suara berlangsung di Balai Senat USK dan diikuti oleh anggota Majelis Wali Amanat bersama unsur senat universitas.
Dalam pemilihan tersebut, Prof. Mirza Tabrani meraih suara terbanyak dengan perolehan 13 dari total 19 suara sah. Dua kandidat lainnya, yakni Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si memperoleh lima suara, sementara petahana Prof. Marwan memperoleh satu suara.
Proses pemilihan rektor USK periode 2026–2031 merupakan tahap akhir dari rangkaian seleksi yang telah berlangsung sejak beberapa waktu sebelumnya. Tahapan dimulai dari pendaftaran bakal calon, proses penjaringan, hingga penetapan tiga calon rektor yang berhak mengikuti pemilihan akhir.
Seluruh proses dilaksanakan sesuai ketentuan tata kelola perguruan tinggi negeri badan hukum yang mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi pemangku kepentingan universitas.
Prof. Mirza Tabrani dikenal sebagai akademisi senior di lingkungan Universitas Syiah Kuala dengan latar belakang keilmuan di bidang manajemen dan pemasaran.
Baca juga: Ini 6 Bakal Calon Rektor USK yang Lolos ke Tahap Penjaringan
Ia menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala, kemudian melanjutkan pendidikan magister dan doktoral di Universiti Kebangsaan Malaysia hingga meraih gelar Master of Business Administration dan Doctor of Business Administration.
Sepanjang karier akademiknya, Prof. Mirza aktif mengajar dan meneliti, serta menghasilkan berbagai karya ilmiah yang berfokus pada strategi pemasaran, pengembangan produk, dan manajemen bisnis.
Di lingkungan USK, Prof. Mirza Tabrani pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Dalam kapasitas tersebut, ia mendorong peningkatan mutu akademik, penguatan riset dosen, serta perluasan jejaring kerja sama dengan dunia industri dan lembaga eksternal.
Selain itu, Prof. Mirza juga aktif dalam berbagai organisasi profesi, seperti Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Banda Aceh dan Asosiasi Ekonom Islam Indonesia. Pengalaman profesionalnya juga mencakup keterlibatan sebagai komisaris Bank Aceh.
Dalam pemaparan visi dan program kerja pada tahapan pemilihan, Prof. Mirza Tabrani menekankan penguatan mutu akademik dan riset sebagai fondasi utama daya saing universitas.
Ia mendorong pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap dinamika global dan kebutuhan dunia kerja, peningkatan kualitas publikasi ilmiah bereputasi internasional, serta penguatan riset unggulan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah.
Selain itu, Prof. Mirza Tabrani juga menakankan pentingnya transformasi digital dan pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, dalam mendukung pembelajaran, penelitian, dan tata kelola universitas.
Ia menilai modernisasi sistem akademik dan administrasi menjadi kunci agar USK mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional. Dalam bidang kemitraan, Prof. Mirza berkomitmen memperluas kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, industri, dan mitra internasional, serta menegaskan peran sosial universitas melalui pengabdian kepada masyarakat Aceh.












