Komparatif.ID, Banda Aceh– Langit Kota Banda Aceh tampak samar diselimuti lapisan kabut pada Jumat (16/10/2026) siang. Kondisi tersebut terlihat dari kawasan fly over Simpang Surabaya menuju Masjid Raya Baiturrahman, di tengah laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai sebaran asap di sejumlah wilayah Aceh.
Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 10.15 WIB, langit tampak kurang cerah dengan lapisan samar yang membentang di atas kawasan perkotaan. Sementara itu, arus lalu lintas di sepanjang jalan tersebut tetap berlangsung dengan kendaraan roda dua dan roda empat melintas seperti biasa.
Meski kondisi langit terlihat berkabut, penyebab lapisan yang tampak di Banda Aceh tersebut belum dapat dipastikan hanya berdasarkan pengamatan visual. BMKG melaporkan adanya kejadian asap di sejumlah wilayah Aceh, tetapi tidak secara khusus memastikan bahwa kondisi langit di Banda Aceh disebabkan oleh sebaran asap tersebut.
Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Fitriana Nur, mengatakan asap terdeteksi di wilayah Lhokseumawe, Aceh Utara, dan daerah sekitarnya berdasarkan laporan stasiun meteorologi setempat.
“Wilayah Lhokseumawe, Aceh Utara dan sekitarnya berdasarkan laporan dari stasiun meteorologi setempat betul terdapat kejadian asap,” kata Fitriana melalui pesan WhatsApp, Kamis (15/10/2026).
Menurut Fitriana, pergerakan angin memengaruhi penyebaran asap di wilayah tersebut. Angin yang bertiup dari timur hingga tenggara menuju barat laut hingga utara membawa asap bergerak ke wilayah lain.
Berdasarkan pemantauan citra satelit pada Kamis sekitar pukul 08.00 WIB, sebagian wilayah Aceh terpantau masuk dalam sebaran asap. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah daerah di Sumatera.

Selain Aceh, sebaran asap juga terpantau di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, dan Sumatera Selatan. Dalam pemantauan tersebut, asap terdeteksi bergerak ke arah barat laut hingga utara, termasuk melintasi wilayah Sumatera menuju Semenanjung Malaya dan Singapura.
Di sisi lain, BMKG menjelaskan bahwa kondisi mendung yang terjadi di Aceh Tamiang dan Aceh Timur berkaitan dengan potensi hujan, bukan kabut asap.
“Untuk wilayah Aceh Tamiang dan Aceh Timur saat ini mendung dikarenakan terdapat potensi hujan,” ujar Fitriana.
Berdasarkan data kualitas udara yang dirilis BMKG pada Kamis, kualitas udara di Aceh berada dalam kategori baik hingga sedang. Adapun wilayah Aceh bagian tengah tercatat memiliki kualitas udara dalam kategori sedang.
Baca juga: Asap Karhutla Selimuti Bireuen, BMKG Imbau Warga Waspadai Gangguan Kesehatan
BMKG mengimbau masyarakat yang berada di wilayah berpotensi terdampak asap agar mengurangi aktivitas di luar ruangan. Jika harus beraktivitas di luar, masyarakat disarankan menggunakan masker yang sesuai untuk membantu mengurangi paparan partikel di udara.
Masyarakat juga diminta tetap tenang dan memantau informasi cuaca serta kualitas udara melalui kanal resmi BMKG. Kondisi atmosfer dan sebaran asap dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti arah pergerakan angin.
Kondisi langit yang tampak berkabut di Banda Aceh menjadi perhatian di tengah laporan sebaran asap di sejumlah wilayah Aceh. Namun, untuk memastikan penyebab kondisi tersebut, diperlukan informasi pemantauan yang secara khusus menggambarkan keadaan atmosfer dan kualitas udara di wilayah Banda Aceh.




