Hilang 3 Hari, Praja IPDN Temukan Warga Tamiang Terkapar Dalam Lumpur

Hilang 3 Hari, Praja IPDN Temukan Warga Tamiang Terkapar Dalam Lumpur
Warga Aceh Tamiang yang dilaporkan tiga hari hilang saat ditemukan oleh Praja IPDN. Foto: Dok. Praja IPDN.

Komparatif.ID, Kuala Simpang—Seorang warga Aceh Tamiang yang dilaporkan hilang selama tiga hari, akhirnya ditemukan tanpa sengaja oleh Praja IPDN yang sedang melakukan bakti sosial di sana.

Informasi yang dihimpun Komparatif.ID, Senin, 5 Januari 2025, warga Tamiang yang terkapar dalam lumpur berjenis kelamin laki-laki. Saat ditemukan oleh Praja IPDN Kemendagri, Minggu, 4 Januari, pria tersebut dalam kondisi sangat lemah.

Setengah badannya terkubur dalam lumpur. Warga Tamiang tersebut terkapar di dalam lumpur, di kompleks perkantoran Kesbangpol Aceh Tamiang.

Saat ditemukan, pria tersebut sudah berlumur lumpur dari kepala hingga kaki. Dia memakai baju berlengan pendek, dan celana pendek.

Setelah ditemukan, Praja IPDN tidak langsung mengevakuasi korban. Mereka terlebih dahulu memberikan minum untuk pria malang itu.

Baca juga: Hingga 3 Januari, Bantuan Lewat via Udara Jangkau 52 Kecamatan di Aceh

Selanjutnya, para praja mengambil terpal warna biru, kemudian mengangkat tubuh lemah itu ke dalam terbal, dan selanjutnya dievakuasi.

Praja IPDN Evakuasi Korban ke Rumah Sakit

Saat ini warga Tamiang yang terkapar di dalam lumpur telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Muda Sedia, Aceh Tamiang.

Menurut informasi, pria tersebut telah tiga hari dikabarkan hilang.

Foto: Dok. Praja IPDN.
Foto: Dok. Praja IPDN.

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, yang ikut dalam aksi evakuasi hingga ke rumah sakit, menyebutkan korban merupakan warga Kampung Dalam, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang. Korban –tidak disebutkan nama– dikabarkan telah hilang selama tiga hari.

“Berdasarkan informasi, korban teridentifikasi warga Kampung Dalam, yang sempat dicari pihak keluarga tiga hari terakhir,” sebut Bima Arya di Instagram-nya.

Banjir Tamiang merupakan bagian tak terpisahkan dari banjir Aceh yang berpuncak pada Rabu, 26 November 2025.

Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi menyebutkan banjir Tamiang telah menyebabkan 4.839 unit rumah hilang disapu banjir bandang. Rumah-rumah yang tersapu banjir tersebut, umumnya berada di sepanjang aliran Sungai Tamiang.

Beberapa desa di sepanjang aliran sungai, juga hilang disapu banjir. Sementara puluhan ribu rumah lainnya mengalami kerusakan dalam berbagai kategori.

Rumah dengan kategori rusak parah 8.509 unit. Rusak sedang 9.366 unit, dan rusak ringan sebanyak 15.174 unit.

Artikel SebelumnyaBank Aceh Serahkan Rp642 Juta untuk Penanganan Banjir
Artikel SelanjutnyaSiswa Sekolah Terdampak Bencana Tak Wajib Tuntaskan Capaian Belajar Untuk Naik Kelas/Lulus
Muhajir Juli
Jurnalis bersertifikat Wartawan Utama Dewan Pers. Penulis buku biografi, serta tutor jurnalistik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here