Monday, 19 October 2026

Komparatif.ID

Situs Berita Aceh Inspirasi Indonesia

Nasional

Guru PJOK SD Eka Tjipta Manuhing Bahas Riset Pembelajaran Berbasis AI di Forum Internasional Thailand

Guru PJOK SD Eka Tjipta Manuhing Bahas Riset Pembelajaran Berbasis AI di Forum Internasional Thailand
Guru PJOK SD Eka Tjipta Manuhing, Kalimantan Tengah, Valda Gusnadia Jannah. Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Bangkok, Thailand– Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) SD Eka Tjipta Manuhing, Kalimantan Tengah, Valda Gusnadia Jannah, mempresentasikan riset pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di forum akademik internasional ASEAN Council of Physical Education and Sports (ACPES) 2026 di Bangkok, Thailand.

Dalam forum yang berlangsung pada 14–16 Oktober 2026 tersebut, Valda tampil sebagai presenter sekaligus partisipan pada topik Physical Education.

Guru PJOK SD Eka Tjipta Manuhing itu membawakan penelitian berjudul “AI-TPACK-Based Instructional Design for Physical Education Teachers in the Era of Hybrid Learning” yang membahas desain pembelajaran berbasis AI-TPACK bagi guru pendidikan jasmani di era pembelajaran hibrida.

Selain mengajar sebagai guru PJOK, Valda saat ini juga tengah menempuh pendidikan magister (S2) Pendidikan Olahraga di Universitas Negeri Semarang (UNNES).

Menurut Valda, kesempatan mengikuti ACPES 2026 menjadi pengalaman penting dalam perjalanan akademik dan profesionalnya. Ia tidak hanya mendapat kesempatan untuk menyampaikan hasil penelitian kepada peserta forum internasional, tetapi juga mengikuti diskusi dan bertukar gagasan dengan akademisi, peneliti, serta praktisi dari berbagai negara.

“Bagi saya, kesempatan mengikuti ACPES 2026 merupakan pengalaman yang sangat berarti. Saya tidak hanya mendapat kesempatan mempresentasikan hasil riset, tetapi juga belajar dari para akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan jasmani dari berbagai negara,” ujarnya Senin (19/10/2026).

Baca juga: Guru PJOK Lhokseumawe Ikuti Forum Akademik Dunia di Bangkok Thailand

Penelitian yang dipresentasikan Valda mengangkat desain pembelajaran berbasis AI-TPACK bagi guru pendidikan jasmani dalam menghadapi era pembelajaran hibrida. Kajian tersebut membahas integrasi teknologi, pengetahuan pedagogis, dan materi pembelajaran dalam desain pembelajaran.

Topik tersebut sejalan dengan perkembangan dunia pendidikan yang semakin banyak memanfaatkan teknologi digital, termasuk AI. Perkembangan tersebut turut mendorong guru untuk memahami bagaimana teknologi dapat diintegrasikan dengan pendekatan pedagogis dan materi pembelajaran secara tepat.

Melalui penelitian tersebut, Valda mengangkat isu pengembangan desain pembelajaran pendidikan jasmani yang menggabungkan teknologi, pedagogi, dan pengetahuan materi. Kajian ini diharapkan dapat memperkaya pembahasan mengenai kesiapan guru PJOK dalam menghadapi perubahan pola pembelajaran, termasuk pembelajaran hibrida.

Valda mengatakan pengalaman di forum ACPES 2026 tidak hanya memberikan manfaat dari sisi akademik, tetapi juga memperluas jejaring profesional.
Menurutnya, diskusi dengan peserta dari berbagai negara memberikan wawasan baru mengenai isu dan perkembangan pendidikan jasmani yang dapat menjadi bahan pembelajaran dalam perjalanan profesinya, serta dapat diterapkan dalam pengembangan pembelajaran PJOK yang inovatif dan adaptif terhadap kebutuhan peserta didik serta perkembangan teknologi pendidikan.

“Sebuah kehormatan besar dapat berpartisipasi dalam ACPES 2026 di Bangkok, Thailand. Menjadi bagian dari forum internasional ini tidak hanya memberikan saya kesempatan untuk membagikan hasil riset sebagai presenter, tetapi juga memperluas cakrawala saya sebagai partisipan melalui diskusi mendalam bersama para ahli di bidang pendidikan jasmani dan ilmu olahraga dari seluruh ASEAN,” katanya.

Menurut Valda, kesempatan mengikuti forum akademik internasional juga menjadi pengingat bahwa guru memiliki ruang untuk terus mengembangkan diri melalui penelitian dan kegiatan ilmiah.

Guru tidak hanya berperan dalam melaksanakan pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga dapat berkontribusi dalam pengembangan pengetahuan sesuai bidang yang ditekuni.

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *