Komparatif.ID, Banda Aceh– Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Ar-Raniry Banda Aceh bersama Dinas Pendidikan Aceh dan DPD Indonesian Association for Public Administration (IAPA) Aceh menggelar Creative Competition bagi siswa SMA, SMK, dan MA se-Aceh tahun 2026.
Kompetisi ini menjadi salah satu upaya mengedukasi pelajar mengenai pencegahan perundungan (bullying) dan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan.
Kegiatan tersebut menghadirkan tiga cabang perlombaan, yakni Duta Anti-Bullying dan Kekerasan Seksual, poster, serta video pendek.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama FISIP UIN Ar-Raniry sekaligus Ketua DPD IAPA Aceh, Muazzinah, mengatakan kompetisi tersebut tidak hanya bertujuan memberikan ruang bagi siswa untuk menunjukkan kreativitas, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan pencegahan kekerasan di kalangan remaja.
Menurut Muazzinah, penggunaan media kreatif menjadi pendekatan yang relevan untuk menyampaikan pesan kepada generasi muda. Melalui poster, video pendek, dan pemilihan duta, para siswa diharapkan dapat memahami pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman.
“Pendekatan melalui media kreatif seperti poster, video pendek, dan pemilihan duta jauh lebih dekat dengan dunia anak muda. Pesan pencegahan dapat tersampaikan dengan lebih efektif,” ujar Muazzinah, Rabu (30/9/2026).
Ia menjelaskan, salah satu tujuan utama kegiatan tersebut adalah melahirkan pelajar yang mampu menjadi penggerak perubahan di lingkungan sekolah, khususnya dalam membangun kesadaran mengenai bahaya perundungan dan kekerasan seksual.
Pemilihan Duta Anti-Bullying dan Kekerasan Seksual diharapkan dapat menghasilkan agen perubahan (agent of change) yang mampu menjadi teladan sekaligus pelopor dalam menciptakan ruang belajar yang aman bagi sesama pelajar.
Baca juga: Bupati Bireuen Tinjau Jembatan Darurat yang Rusak di Kubang Itam
“Melalui pemilihan Duta Anti-Bullying dan Kekerasan Seksual, kita dapat melahirkan agent of change di sekolah-sekolah yang menjadi tempat aman dan pelopor bagi teman sebayanya,” katanya.
Muazzinah menyebutkan, pendaftaran peserta sekaligus pengumpulan karya dibuka mulai 1 hingga 20 Oktober 2026. Setelah itu, proses penjurian akan berlangsung pada 21–26 Oktober 2026, sedangkan pengumuman pemenang dijadwalkan pada 28 Oktober 2026.
Kompetisi tersebut terbuka bagi seluruh siswa SMA, SMK, dan MA di Provinsi Aceh, sehingga pelajar dari berbagai daerah memiliki kesempatan untuk berpartisipasi melalui cabang perlombaan yang tersedia.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menyambut baik kolaborasi antara FISIP UIN Ar-Raniry, Dinas Pendidikan Aceh, dan DPD IAPA Aceh dalam menyelenggarakan kompetisi tersebut.
Ia menilai kegiatan itu menjadi langkah strategis untuk meningkatkan edukasi dan membangun kesadaran pelajar tentang pentingnya mencegah berbagai bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan.
“Inisiatif ini merupakan langkah strategis yang sangat tepat untuk mencegah dan menanggulangi kekerasan di sekolah. Kami ingin menciptakan lingkungan pendidikan di Aceh yang aman, inklusif, serta bebas dari segala bentuk bullying dan kekerasan seksual, sekaligus menjadi wadah positif bagi siswa untuk menyalurkan bakat dan kreativitas,” ujar Murthalamuddin.
