Komparatif.ID, Banda Aceh— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan Aceh dalam kategori waspada hujan sedang hingga lebat pada 29 hingga 31 September 2026. Peringatan tersebut meningkat pada 30 September, ketika sejumlah wilayah di Aceh masuk kategori siaga terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat.
BMKG menyebut kondisi atmosfer di wilayah Sumatra bagian utara masih mendukung terbentuknya awan hujan. Dalam prakiraan periode 25 September hingga 1 Oktober 2026, Aceh termasuk wilayah yang perlu mewaspadai peningkatan hujan dengan intensitas sedang.
Potensi hujan tersebut dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang. BMKG juga mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk sejumlah wilayah Aceh dengan potensi hujan sedang hingga lebat.
Prakirawan Cuaca BMKG Aceh, Muhammad Niza Adrian, mengatakan secara umum dinamika cuaca di Aceh masih berpotensi berubah, terutama pada siang hingga sore hari.
Menurut dia, kondisi cuaca pada pagi hari secara umum cerah berawan. Namun, memasuki siang hingga sore, hampir seluruh wilayah Aceh berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang, terutama wilayah tengah dan utara Aceh. Pada malam hari, kondisi cuaca diprakirakan kembali cerah berawan.
“Untuk informasi cuaca pada pagi hari ini secara umum di pagi hari terpantau cerah berawan untuk wilayah Aceh. Kemudian untuk siang hingga sore hari terpantau hampir menyeluruh di seluruh wilayah Aceh berpotensi terjadi hujan ringan hingga sedang,” sebutnya.
Baca juga: Curah Hujan Aceh Diprediksi Meningkat, Mualem Minta Bupati/Wali Kota Siaga
Untuk kondisi angin, BMKG memantau angin bertiup cukup bervariasi dari arah utara hingga tenggara dengan kecepatan rata-rata 5 hingga 15 knot atau sekitar 10 hingga 30 kilometer per jam.
Selain hujan, BMKG juga memantau titik panas atau hotspot di sejumlah wilayah Aceh. Pada pemantauan pukul 23.00 WIB, terdapat 11 titik panas yang tersebar di Aceh Barat, Aceh Utara, Bener Meriah, Bireuen, Lhokseumawe hingga Pidie.
Sementara itu, kondisi gelombang laut juga menjadi bagian dari informasi cuaca yang perlu diperhatikan. Untuk jalur penyeberangan Banda Aceh-Sabang, tinggi gelombang diprakirakan mencapai 0,5 hingga 0,75 meter. Sedangkan untuk penyeberangan menuju Kepulauan Banyak dan Kepulauan Simeulue, tinggi gelombang dapat mencapai 0,5 hingga 1,25 meter.
Untuk perairan utara dan timur Aceh, tinggi gelombang dapat mencapai 1 meter. Sementara di perairan barat dan selatan Aceh, tinggi gelombang diprakirakan mencapai 1 hingga 2 meter.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan kondisi cuaca, namun tidak perlu panik. Masyarakat juga diminta terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui situs web, media sosial, maupun aplikasi Info BMKG karena perubahan cuaca dapat terjadi secara tiba-tiba atau cukup signifikan.
