Dihantam Cuaca Ekstrem, Afrika Selatan Tetapkan Darurat Bencana Nasional

Dihantam Cuaca Ekstrem, Afrika Selatan Tetapkan Darurat Bencana Nasional
Afrika Selatan menetapkan darurat bencana nasional usai dihantam cuaca ekstrem yang menyebabkan banjir dan menelan korban jiwa. Foto: AFP.

Komparatif.ID, Cape Town— Pemerintah Afrika Selatan resmi menetapkan status darurat bencana nasional setelah serangkaian cuaca ekstrem memicu banjir besar di sejumlah wilayah negara tersebut.

Melansir Bloomberg, keputusan itu diumumkan Kementerian Tata Kelola Kooperatif dan Urusan Tradisional Velenkosini Hlabisa pada Minggu (18/1/2026) waktu setempat, menyusul dampak luas yang ditimbulkan oleh hujan lebat yang disertai angin kencang, petir, dan banjir.

Dalam pernyataannya, kementerian menyebutkan kondisi cuaca buruk tersebut menyebabkan korban jiwa, kerusakan parah pada infrastruktur dan properti, degradasi lingkungan, serta memaksa sebagian warga mengungsi dari tempat tinggal mereka.

Dampak bencana ini dirasakan di berbagai sektor kehidupan masyarakat, termasuk pendidikan dan pertanian.

Sejumlah provinsi yang terdampak meliputi Limpopo, Mpumalanga, KwaZulu-Natal, Eastern Cape, dan North West. Di wilayah-wilayah tersebut, aktivitas sekolah terganggu dan kegiatan para petani terhambat akibat kondisi lahan yang tergenang dan akses yang terputus.

Bahkan, beberapa bagian dari Taman Nasional Kruger yang menjadi salah satu ikon pariwisata Afrika Selatan turut ditutup sementara karena situasi yang dinilai tidak aman.

Baca juga: Banjir Tewaskan 37 Warganya, Raja Maroko Luncurkan Bantuan Darurat Nasional

Setelah melakukan konsultasi dengan berbagai lembaga negara terkait, kepala Pusat Manajemen Bencana Nasional (National Disaster Management Centre) mengklasifikasikan kejadian ini sebagai bencana nasional.

Penetapan tersebut didasarkan pada penilaian menyeluruh terhadap cuaca ekstrem yang telah berlangsung sejak akhir November lalu dan dampaknya yang meluas lintas wilayah.

Langkah ini juga diambil setelah Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa melakukan kunjungan ke Provinsi Limpopo pada 15 Januari untuk meninjau langsung kondisi di lapangan.

Dua hari kemudian, Menteri Tata Kelola Kooperatif dan Urusan Tradisional Velenkosini Hlabisa juga mengunjungi Provinsi Mpumalanga guna melihat dampak bencana serta upaya penanganan yang telah dilakukan.

Pemerintah Afrika Selatan mengatakan dengan status bencana nasional tersebut, seluruh lembaga negara diwajibkan memperkuat sistem manajemen bencana yang ada.

Selain itu, setiap institusi diminta menerapkan langkah-langkah darurat sesuai kewenangannya, menyerahkan laporan perkembangan penanganan kepada NDMC, serta memastikan adanya pendekatan multisektoral yang terkoordinasi.

Artikel SebelumnyaCegah Campak dan Penyakit Menular, Dinkes Aceh Turunkan Tim HEOC ke 9 Daerah
Artikel SelanjutnyaAnggaran Relawan Rp6,8 M di BTT Bukan Untuk ASN/Relawan ASN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here